Berbagi informasi, tips, cerita, pengetahuan, harapan, ide, dan lainnya.

Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

22 Mei 2026

Materi ASAT Bahasa Indonesia Kleas 7


  • Informasi, fakta, dan simpulan Teks Berita
  • Unsur-unsur teks berita

  • Kata baku dan tidak baku

  • Perbandingan isi dan penyajian teks berita
  • Kaidah kebahasaan teks berita

  • Kalimat langsung dan tidak langsung

  • Jenis buku fiksi dan nonfiksi
  • Bentuk fisik dan identitas buku
  • Struktur teks tanggapan atau resensi
  • Tujuan penulisan resensi buku
  • Kalimat tanggapan, persetujuan, dan penolakan
  • Kaidah kebahasaan teks tanggapan
  • Unsur intrinsik karya sastra (amanat)

  • Struktur surat pribadi
  • Kaidah penulisan tempat dan tanggal surat

  • Kata baku dan tidak baku

  • Kalimat penutup surat resmi atau dinas
  • Kaidah kebahasaan surat resmi

  • Menyusun surat pribadi atau dinas

Share:

26 Februari 2026

Langkah-Langkah Menceritakan Kembali Cerita Rakyat

 


🗺️ PANDUAN MENCERITAKAN KEMBALI (RE-TELLING) CERITA RAKYAT

1. Baca dan Pahami (Menyelami Dunia Cerita) Jangan terburu-buru merangkum. Baca atau dengarkan cerita tersebut secara keseluruhan dengan saksama minimal dua kali. Bacaan pertama untuk menikmati alur dan membayangkan suasananya, sedangkan bacaan kedua untuk memahami konteks, hubungan sebab-akibat antarkejadian, dan tujuan asli penulisnya. Resapi ceritanya sampai kamu bisa membayangkannya seperti sebuah film di kepalamu.

2. Catat Poin Penting (Mencari Tulang Punggung Cerita) Sebuah cerita butuh pondasi agar tidak runtuh saat diceritakan ulang. Sambil membaca, identifikasi dan catat unsur intrinsik utamanya:

  • Siapa saja tokohnya dan bagaimana wataknya? (Siapa pahlawannya, siapa pengacaunya?)

  • Di mana dan kapan latar ceritanya terjadi?

  • Apa ide pokok atau masalah utama (konflik) dari setiap babak? 3. Tangkap Pesan Moral (Menemukan Jantung Cerita) Cerita rakyat selalu membawa "oleh-oleh" berupa pesan dari leluhur. Tanyakan pada dirimu: Apa pelajaran hidup yang ingin disampaikan cerita ini? Nilai-nilai kehidupan atau amanat inilah yang menjadi jantung cerita dan sama sekali tidak boleh hilang atau berubah maknanya saat kamu ceritakan ulang nanti.

4. Susun Kerangka (Membuat Peta Perjalanan) Agar penceritaanmu terstruktur dan pendengar tidak bingung, buatlah urutan peristiwa yang runtut. Bagilah kerangka ceritamu menjadi tiga babak utama:

  • Awal (Orientasi): Pengenalan tokoh dan suasana damai sebelum ada masalah.

  • Tengah (Komplikasi): Saat masalah muncul, memanas, hingga mencapai puncaknya (klimaks).

  • Akhir (Resolusi): Bagaimana masalah diselesaikan dan nasib akhir para tokohnya.

5. Fokus pada Konten Utama (Menyortir Adegan) Kamu tidak perlu menceritakan setiap embel-embel kecil yang ada di buku. Soroti adegan-adegan penting yang memengaruhi jalan cerita, konflik utama, dan penyelesaiannya. Jika ada deskripsi yang terlalu panjang dan membosankan di cerita asli (misalnya, deskripsi ukiran pintu istana yang sampai dua paragraf), pangkas saja agar penceritaanmu lebih padat dan seru.

6. Gunakan Bahasa Sendiri (Merajut Kata dengan Gaya Kekinian) Ini adalah aturan emas: Dilarang keras sekadar menyalin atau menghafal kalimat dari buku (copy-paste)! Tulis ulang atau ceritakan kembali menggunakan gaya bahasamu sendiri. Bumbui dengan pilihan kata (diksi) yang ekspresif. Misalnya, daripada menyebut "Raksasa itu marah", kamu bisa menggunakan bahasamu sendiri menjadi "Mata raksasa itu memerah dan napasnya menderu hebat". Kamu juga boleh menyelipkan sedikit logat daerah agar lebih akrab di telinga teman-temanmu.

7. Latihan dan Eksekusi (Menghidupkan Cerita) Langkah terakhir sebelum membuat podcast, read aloud, atau karya lainnya adalah gladi bersih. Cerita yang sudah disusun rapi harus dihidupkan dengan intonasi suara yang pas, jeda yang tepat, dan ekspresi yang menjiwai. Beda tokoh, bedakan juga gaya bicaramu!



Share:

Konten Digital Cerita Rakyat

 



🎬 KATALOG KREASI KONTEN CERITA RAKYAT

Pilih Senjatamu untuk Menghidupkan Kembali Cerita Nusantara!

🎙️ 1. Podcast (Siniar Ngobrol Asyik)

Apa itu? Pernah dengar podcast horor atau talkshow santai di Spotify dan YouTube? Nah, ini versi cerita rakyatnya! Kalian tidak perlu berakting berlebihan, cukup duduk manis di depan mikrofon (atau HP) dan bercerita murni mengandalkan kekuatan suara. Kalian bisa mengubah cerita rakyat menjadi obrolan seru, diskusi, atau storytelling misteri.

Bentuknya bisa seperti apa?

  • Format Interview: Satu orang jadi Host (Penyiar), yang lain jadi "Narasumber" (misalnya, pura-pura mewawancarai warga desa yang melihat kejadian Bawang Merah Bawang Putih).

  • Format Horor/Misteri: Bercerita bergantian dengan nada suara yang bikin merinding, ditambah efek suara jangkrik atau angin dari HP lain.

Cocok banget buat kalian yang:

  • Jago ngomong, cerewet, dan pintar merangkai kata.

  • Pemalu kalau disuruh akting tubuh di depan kamera, tapi suaranya enak didengar.

  • Suka editing audio dan main efek suara.

Tips : Jangan membaca teks seperti robot! Ngobrol-lah seolah kalian sedang membicarakan cerita itu dengan teman sebangku.


🗣️ 2. Bercerita Lantang (Read Aloud / Mendongeng Ekspresif)

Apa itu? Ini adalah panggung untuk sang bintang utama! Kalian tampil berkelompok menghadap kamera/penonton, dan menceritakan kisahnya dari awal sampai akhir. Tapi ingat, ini bukan membaca pidato! Kalian harus menggunakan ekspresi wajah tingkat dewa, perubahan nada suara (suara nenek sihir, suara raksasa, suara anak kecil), dan gerakan tangan yang epik.

Bentuknya bisa seperti apa?

  • Gaya VTuber/TikToker: Duduk atau berdiri di depan kamera menceritakan kisah dengan heboh dan ekspresif.

  • Membawa Buku Cerita/Properti: Kalian bisa memegang selendang, sapu lidi, atau topi caping untuk membantu menghidupkan suasana saat bercerita.

Cocok banget buat kalian yang:

  • Punya rasa percaya diri setinggi langit.

  • Pintar menirukan berbagai macam suara.

  • Suka menjadi pusat perhatian dan tidak tahu malu (dalam artian positif!).

Tips : Lakukan kontak mata dengan kamera. Kalau tokohnya sedang sedih, wajah kalian juga harus terlihat mau menangis. Mainkan emosi penontonmu!


🎭 3. Drama Mini (Film Pendek / Sketsa)

Apa itu? Kalian dan teman sekelompok berubah menjadi kru film profesional! Kalian akan membagi peran: ada yang jadi aktor, sutradara, kameramen, dan editor. Kalian berakting langsung memerankan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat tersebut, tapi durasinya singkat saja (3-5 menit).

Bentuknya bisa seperti apa?

  • Adaptasi Modern: Cerita Jaka Tarub tapi setting-nya di sekolah atau di taman sekolah, bajunya pakai baju bebas atau seragam sekolah.

  • Sketsa Komedi: Cerita aslinya sedih, tapi kalian ubah sedikit dialognya jadi kocak dan menghibur ala konten-konten sketsa di Instagram/TikTok.

Cocok banget buat kalian yang:

  • Suka kerja bareng-bareng (kompak).

  • Suka akting, berekspresi, dan dandan.

  • Punya skill ambil video (angle kamera) dan editing transisi video (CapCut/TikTok).

Tips : Baju/Kostum tidak perlu sewa mahal! Gunakan sarung, daster ibu, jaket, atau panci di dapur sebagai properti kreatif. Yang dinilai adalah kekompakan dan kelancaran dialog kalian.


✂️ 4. Wayang Kertas (Dalang Digital / Stop Motion)

Apa itu? Ini adalah perpaduan antara seni menggambar dan mendongeng. Daripada kalian yang berakting, biarkan gambar kalian yang bermain! Kalian menggambar tokoh-tokoh cerita di kertas, mewarnainya, mengguntingnya, lalu menempelkannya di lidi atau stik es krim. Mainkan "wayang" buatan kalian itu di atas meja atau di depan kotak kardus sambil direkam kamera.

Bentuknya bisa seperti apa?

  • Dalang Meja: Kamera ditaruh di atas menyorot ke bawah (meja). Tangan kalian masuk ke dalam frame untuk menggerakkan gambar tokoh Bawang Merah atau Sangkuriang.

  • Stop Motion Sederhana: Menggeser karakter kertas sedikit-sedikit lalu difoto berulang kali, sehingga saat digabung seolah-olah kertasnya bergerak sendiri.

Cocok banget buat kalian yang:

  • Suka menggambar, mewarnai, dan berkreasi dengan tangan (kriya).

  • Lebih suka bekerja di balik layar (introvert), tidak mau wajahnya masuk kamera.

  • Suka membuat sesuatu yang unik dan artistik.

Tips : Bagian yang penting bukan cuma gambarnya yang bagus, tapi suara orang yang mendalang (Voice Over) juga harus seru dan pas dengan pergerakan kertasnya. Bagi tugas: 2 orang menggambar, 3 orang jadi dalang/pengisi suara, 1 orang merekam!

Share:

12 Februari 2026

Unsur-Unsur Intrinsik Cerita



Unsur intrinsik adalah unsur yang terbentuk dari dalam cerita itu sendiri. Unsur intrinsik juga bisa disebut sebagai unsur pembangun dari dalam cerita. Agar cerita yang dibuat menarik dan mudah dipahami oleh pembaca, unsur intrinsik ini tidak boleh dilewatkan.

Terdapat tujuh macam unsur intrinsik dalam cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, langsung saja kita simak bersama-sama, ya.


1. Tema

Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema cerita. Tema adalah gagasan utama yang ingin disampaikan pengarang dalam cerpen. Bisa dikatakan, tema ini adalah nyawa dari sebuah cerita. Kenapa? Karena tema akan menentukan latar belakang cerita tersebut. 

 


2. Tokoh dan penokohan

Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh tambahan.

  • Tokoh utama merupakan tokoh yang melakukan interaksi secara langsung atau terlibat dalam konflik.
  • Tokoh tambahan merupakan tokoh yang hanya diungkapkan dalam cerpen tanpa adanya interaksi yang dilakukan tokoh atau tokoh yang tidak terlibat dalam konflik.

 

Sementara itu, penokohan merupakan watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita. Dalam menentukan karakter sebuah tokoh, kita bisa membaginya menjadi beberapa macam, di antaranya tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran.

Contohnya, tokoh Bandung Bondowoso dalam cerita Roro Jonggrang yang termasuk tokoh antagonis karena memiliki watak kejam, semena-mena, dan suka memerintah.


3. Latar

Macam-macam unsur intrinsik selanjutnya adalah latar. Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana cerpen. Melalui latar ini, kita jadi lebih mudah membayangkan situasi dan kondisi yang dialami oleh para tokoh. 

  • Latar tempat menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
  • Latar waktu menjelaskan kapan kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
  • Latar suasana menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah cerpen.

 

4. Alur dan plot

Alur adalah rangkaian kronologi peristiwa dalam cerita pendek. Kemudian, alur dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

  • Alur maju adalah cerpen dengan peristiwa yang disajikan secara kronologis atau sesuai dengan urutan waktu dari awal ke akhir.
  • Alur mundur adalah cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur mundur disebut juga dengan istilah kilas balik.
  • Alur campuran adalah alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur. Jadi, rangkaian peristiwanya melompat-lompat antara peristiwa masa lalu dengan masa kini.

 

Sementara itu, plot merupakan gambaran peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat.


5. Sudut pandang

Sudut pandang berisi pandangan pengarang terhadap cerpen, bisa aja pengarang menjadi orang pertama atau orang ketiga.

  • Sudut pandang orang pertama adalah pengarang terlibat langsung atau orang pertama dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang aku, saya, dan sebagainya.
  • Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata ganti orang seperti dia, mereka, dan sebagainya atau menggunakan nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga terbagi atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu.

 

6. Amanat

Amanat merupakan pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui cerpen. Misalnya, cerita Malin Kundang yang memiliki amanat tidak boleh durhaka kepada ibu.


7. Gaya bahasa

Saat membaca beberapa cerpen, kamu pasti menemukan pembawaan yang berbeda dari setiap cerita. Setiap cerpen punya dialog atau naskah yang memiliki style atau gaya bahasa yang berbeda-beda. Ini tergantung dari tema cerpen yang ditulis. Nah, gaya bahasa cerpen berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik. Umumnya, dengan menggunakan majas.

Beberapa gaya bahasa yang biasa digunakan dalam cerpen, di antaranya:

  • Personifikasi, mengumpamakan benda mati sebagai manusia. Contoh: wajahmu merona bagai senja yang berpesta warna.
  • Metafora, membandingkan kata yang bukan sebagai arti sebenarnya. Contoh: tulang punggung, murah tangan, murah senyum, rendah hati, dsb.
  • Hiperbola, ucapan atau gambaran yang melebih-lebihkan suatu kondisi. Contoh: gedung pencakar langit, menangis darah, berlari secepat kilat, dsb.
  • Litotes, gaya bahasa yang bertujuan untuk merendah. Contoh: “Maaf hidangannya hanya segini, silakan dinikmati ala kadarnya”, “Bantuan ini tidak seberapa, tolong diterima”, dsb.
  • Simile, menggambarkan suatu kondisi dengan membandingkan satu hal dengan hal lainnya dalam satu kalimat. Contoh: kasih sayang ibu ibarat sedalam lautan, wajahnya merona layaknya bunga mawar yang elok, dsb.


*****


Share:

31 Oktober 2024

Mengenal Pantun Indonesia




Contoh Pantun


1.

Banyak ikan kecil di selokan

Jangan lupa diambil dengan saringan

Bahagia sangat diperlukan

Untuk mendapatkan kesuksesan


2.

Ada buaya bersembunyi di gua

Menghindar adalah pilihan yang tepat

Dengarkanlah nasihat orang tua

Supaya kamu jadi kuat


3.

Jalan-jalan untuk membeli benang

Barang yang dipilih harus kuat

Kalau mau selalu menang

Harus jadi yang terbaik dan semangat


4.

Jalan-jalan ke wisata bahari

Pemandangannya dipenuhi batu-batu

Rencanakan sesuatu jauh-jauh hari

Supaya hasilnya menjadi tepat waktu


5.

Ikan lele berenang ke rawa

Burung perkutut indah suaranya

Awali pagimu dengan doa

Akhiri dengan bersyukur kepada-Nya


6.

Banyak sekali kupu di taman

Banyak lalat dekat empang

Apa tanda orang beriman?

Dada tenang jiwanya lapang


7.

Angin kecang namanya topan

Dari gunung turun ke lembah

Tutur kata haruslah sopan

Pada ibu pada ayah


8.

Kota Bogor banyak talas

Banyak gadis sedang mengupas

Berbuat baik mesti ikhlas

Tak usah berharap manusia membalas


9.

Ke sekolah bawa uang saku

Kiranya mampir beli bunga peonia

Rajin-rajin membaca buku

Karena buku bagai jendela dunia


10.

Burung berjejer di dahan ada empat

Merdu suara waktu berkicau bersama

Kesempatan belajar langka didapat

Manfaatkan hingga tanpa percuma


=====

Referensi : Hip

Share:

20 September 2024

10 September 2024

Unsur atau Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

 




Pengertian

Unsur atau Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks.


Ejaan dan Tanda Baca

Ejaan mencakup penulisan huruf kapital. Ada 5 aturan mengenai penggunaan huruf kapital, yakni:

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama seseorang.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
  • Huruf kapital sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh: Danau Toba.
Sedangkan Tanda Baca membahas penggunaan tanda titik dan koma dalam teks deskripsi:

  • Tanda baca titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan
  • Tanda baca titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatan yang menunjukkan jumlah
  • Tanda baca koma dipakai di antara unsur-unsur suatu pemerincian
  • Tanda baca koma dipakai sesudah kata seru
  • Tanda baca koma dipakai di belakang kata penghubung antarkalimat

Kata Benda

Kata benda adalah kata yang mewakili orang, benda, konsep, atau tempat. Dalam bahasa Indonesia, kata benda juga disebut nomina.

Jenis kata benda berdasarkan wujudnya
Contoh kata benda bisa dibedakan berdasarkan wujudnya. Kata benda berdasarkan wujudnya dapat dibagi menjadi dua:

- Kata benda konkret: yaitu kata benda dari benda-benda yang dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya rumah, batu, binatang, tanah, api, pemukul, panah.
- Kata benda abstrak: yaitu kata benda yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya keagungan, kehinaan, kebesaran, kekuatan, kemanusiaan, pencucian, pencurian.


Kata Sifat

Kata sifat atau adjektiva merujuk pada keterangan pada objek yang dideskripsikan. Kata ini juga sering diawali dengan kata 'lebih' dan 'sangat'. Contoh: 'sangat jernih', 'lebih bersih', indah, lembut, dan sebagainya.

Kalimat Perincian

Kalimat perincian dalam teks deskripsi berguna untuk menjelaskan objek sehingga mudah dibayangkan oleh pembaca.

Kalimat Serapan Pancaindra

Kalimat serapan pancaindra adalah kalimat yang penulisannya berhubungan dengan indra penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan pengecap.

Contoh: "Bunga mawar adalah bunga kesukaanku. Wanginya harum dan memiliki banyak warna. Tetapi, kita harus berhati-hati saat memegangnya. Sebab, bunga mawar mempunyai batang berduri yang bisa membuat tangan terluka,"

Sumber: https://www.brainacademy.id/blog/teks-deskripsi



Share:

27 Agustus 2024

Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Jenis dan Contoh Teks Deskripsi


 


Pengertian Teks Deskripsi

Apa yang dimaksud dengan teks deskripsi?

Berdasarkan KBBI, kata deskripsi memiliki kata lain deskriptif, yang artinya pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Jadi, yang dimaksud teks deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran secara jelas dan rinci mengenai suatu hal.

Hal ini bisa berupa benda maupun makhluk hidup, ya. Tentunya, supaya kita bisa memaparkan suatu hal dengan jelas, kita butuh detail-detail dari hal yang ingin dijelaskan dalam teks tersebut.


 Tujuan Teks Deskripsi

Menurut Utorodewo (2007), tujuan teks deskripsi adalah menggambarkan bentuk objek pengamatan, sifatnya, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindra dalam proses penguraiannya.


Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Ciri-ciri teks deskripsi dibedakan berdasarkan 3 hal, yaitu tujuan, objek yang dideskripsikan, serta isi teks itu sendiri. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Berdasarkan tujuan teks deskripsi

Karena teks deskripsi bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan sesuatu serinci dan sejelas mungkin mengenai suatu objek, suasana, dan perasaan, maka teks ini harus dibuat agar pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan.

2. Berdasarkan objek yang dideskripsikan

Objek yang dibahas pada teks deskripsi bersifat khusus. Dengan kata lain, disebut personal atau individual.

3. Berdasarkan isi teks deskripsi

Isi teks deskripsi harus menggambarkan secara rinci, jelas, dan lengkap objek yang dijelaskan.

 

Struktur Teks Deskripsi

Sama seperti teks lainnya ya, teks ini juga memiliki struktur penulisan. Struktur teks deskripsi ada 4, di antaranya judul, kalimat topik, deskripsi, dan simpulan. Mari kita bahas satu per satu, ya.

Struktur teks deskripsi


 1. Judul

Dimulai dari judul yang bertujuan untuk menggambarkan isi teks. Contohnya kayak judul teks di atas, nih. Karena judul teksnya itu “Sekolahku”, otomatis isi teksnya menggambarkan suasana di sekolah penulis.

2. Identifikasi

Struktur identifikasi adalah bagian awal dari teks deskripsi yang berisi pengenalan nama objek, makna nama, lokasi, sejarah lahirnya, atau gambaran umum lainnya tentang objek yang dideskripsikan.

3. Deskripsi Bagian

Struktur deskripsi bagian adalah gambaran rinci dari sudut pandang penulis tentang suatu objek. Penulis menggambarkan apa yang telah ia lihat, dengar, dan rasakan selama mengamati objek pilihannya. Jadi, pada bagian ini, penulis bisa menggambarkan tiap bagian yang ada di objeknya.

4. Simpulan/Kesan

Struktur simpulan/kesan adalah bagian yang berisi kesimpulan atau kesan dari hasil pengamatan penulis terhadap objek. Namun, bagian ini bersifat opsional. Artinya, boleh dituliskan ataupun tidak.


Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Nah, dalam menulis teks deskripsi, ada beberapa kaidah kebahasaan yang perlu kita perhatikan, teman-teman. Ada 4 kaidah kebahasaan teks deskripsi, di antaranya sebagai berikut!

 



Jadi, jika kamu ingin membuat teks deskripsi, tentu masukkan hal-hal yang sudah kamu amati terlebih dahulu, ya. Misalnya, kamu ingin mendeskripsikan gunung. Kamu bisa memulai dengan “dari kejauhan, gunung tersebut berwarna hijau”.


Warna hijau tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dilihat oleh mata kamu. Selanjutnya, kamu bisa jelaskan, misalnya, udara di pegunungan tersebut dingin. Ini menjelaskan hal yang bisa kamu rasakan melalui pancaindra kamu, yaitu indra perasa. Mudah bukan? 


 Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Jenis teks deskripsi dibagi berdasarkan bentuk dan isinya. Berikut penjelasan lengkapnya:


1. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, teks ini dibedakan menjadi dua, yaitu:


a. Teks deskripsi yang berdiri sendiri

Maksudnya, teks ini tidak tergabung atau dicampur adukkan dengan teks lain.


b. Teks deskripsi yang menjadi bagian dari teks lain

Maksudnya, teks ini tergabung atau dicampur dengan teks lain. Bisa muncul dalam cerpen, novel, teks iklan, teks berita, dan lain sebagainya.


2. Jenis Teks Deskripsi Berdasarkan Isi

Sementara itu, berdasarkan isinya, teks deskripsi dibedakan menjadi:


a. Teks deskripsi spasial

Merupakan teks yang menggambarkan objek dari sudut pandang ruang dan waktu. Umumnya, objek yang dideskripsikan berupa tempat, ruangan, atau benda.


b. Teks deskripsi objektif

Merupakan teks yang menggambarkan objek apa adanya, tanpa diberi tambahan opini atau pendapat penulis.


c. Teks deskripsi subjektif

Merupakan teks yang menggambarkan objek dengan adanya tambahan opini (pendapat) penulis, meliputi apa yang dilihat, didengar, maupun dirasakan.


Oke, supaya kamu lebih paham, sekarang coba kamu perhatikan contoh teks deskripsi berikut ini!


Contoh Teks Deskripsi

Sekolahku

Sekolahku tampak bersih. Halamannya luas dan ditumbuhi rumput-rumput hijau yang membuat suasana tampak sejuk. Selain itu, di halamannya ada pohon beringin yang cukup lebat. Ruang kelas sekolahku cukup besar. Semua lantai ruangan menggunakan keramik. Dinding kelasnya berwarna kuning. Warna cat pintu dan jendelanya berwarna hijau. Itulah gambaran mengenai sekolahku. Sekolahku yang bersih membuat aku dan teman-teman lebih semangat dalam belajar.

(contoh diambil dari https://www.belajarbahasaindonesia.com/contoh-teks-deskripsi-singkat/)


Referensi:


Harsiati, Titik, dkk. (2017). Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.


Sumber :

1

2

Share:

Contoh Puisi Karya Chairil Anwar

sumber : liputan6sctv



Diponegoro


Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti

Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri

Menyediakan api.

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditinda

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai.

Maju.

Serbu.

Serang.

Terjang.


DOA


Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh mengingat

Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling



Krawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan
arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang
berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan
kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi.


*****

Sumber

Share:

Tulisan Populer

KataKata

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib)

FEMURKU. Diberdayakan oleh Blogger.