Berbagi informasi, tips, cerita, pengetahuan, harapan, ide, dan lainnya.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

6 Mei 2026

Menemukan Makna di Tengah Kerapuhan Senja

 


Menemukan Makna di Tengah Kerapuhan Senja

Ada sebuah fase dalam perjalanan manusia di mana waktu terasa berjalan lebih lambat, namun perubahan fisik terjadi begitu cepat. Masa senja bukan sekadar soal angka, melainkan tentang sebuah transformasi raga yang memaksa kita untuk belajar melepaskan kejayaan masa lalu.

Saat Kekuatan Menemukan Batasnya

Fisik yang dulunya menjadi tumpuan utama, pelan-pelan mulai menunjukkan keletihannya. Jemari yang dahulu cekatan kini sering kali kehilangan ketenangannya saat melakukan hal-hal kecil. Langkah kaki pun tak lagi mantap, seolah bumi kini menuntut kehati-hatian yang lebih besar dari setiap pijakan. Raga yang kian ringkih ini adalah pengingat nyata akan keterbatasan kita sebagai makhluk.

Dalam perspektif spiritual, fenomena ini bukanlah sebuah kemunduran tanpa makna. Al-Quran telah menggarisbawahi siklus ini sebagai bagian dari skenario agung penciptaan:

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban..." (QS. Ar-Rum: 54)

Keasingan di Rumah Sendiri

Sering kali, tantangan terberat di usia lanjut bukanlah rasa nyeri pada sendi, melainkan perasaan menjadi "asing" di tengah hiruk-pikuk generasi di bawahnya. Rumah yang dulu bising dengan tawa, kini sering kali sunyi. Benda-benda di sekitar—seperti kendaraan tua yang membisu di garasi atau deretan bingkai foto berdebu—menjadi saksi bisu atas sisa-sisa memori yang mulai mengabur.

Dokter dan penulis Atul Gawande dalam karyanya Being Mortal menekankan bahwa:

"Masalah dengan masa tua bukanlah bahwa kita kehilangan fungsi tubuh, melainkan bahwa kita kehilangan dunia kita."

Dalam kesendirian itu, terkadang seseorang mencari penghiburan kecil yang bersifat sangat pribadi. Entah itu melalui asap tembakau yang dihirup dalam diam atau tatapan kosong ke arah jendela, semua itu adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan diri di tengah dunia yang kian sulit dikendalikan.

Ketulusan dalam Pelayanan

Bagi mereka yang masih memiliki orang tua di usia senja, momen ini adalah kesempatan untuk mempraktikkan kasih sayang tanpa syarat. Merawat orang tua yang mungkin sudah kehilangan kontrol atas kebutuhan biologisnya adalah bentuk ibadah yang sangat tinggi derajatnya.

Rasulullah ﷺ mengingatkan kita betapa berharganya posisi seorang lansia di mata Sang Pencipta melalui sebuah hadis shahih:

"Sesungguhnya termasuk dalam pengagungan terhadap Allah adalah memuliakan orang tua muslim yang telah beruban..." (HR. Abu Dawud)

Ini adalah panggilan bagi setiap anak untuk membalas kasih sayang yang dulu pernah mereka terima saat masih berupa bayi yang lemah, dengan kesabaran yang sama besarnya.

Cahaya Terakhir yang Tak Pernah Padam

Pada akhirnya, memori manusia mungkin memiliki tanggal kedaluwarsa. Nama-nama mungkin terlupa, dan peristiwa-peristiwa besar mungkin terkubur oleh tumpukan waktu. Namun, ada satu hal yang melampaui kemampuan kognitif otak manusia: getaran iman di dalam dada.

Meski pikiran kian tumpul dan memori mulai mengosongkan diri, hubungan batin dengan Sang Khalik tetap menjadi jangkar terakhir. Saat segalanya telah terhapus, keyakinan kepada Dzat Yang Maha Kekal akan tetap menjadi cahaya penuntun bagi jiwa untuk pulang dengan tenang.

______

Catatan Redaksi: Artikel dan ilustrasi ini merupakan karya adaptasi yang dikembangkan menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Konten ini disusun ulang berdasarkan narasi orisinal untuk memperdalam perspektif literasi, medis, dan spiritual tanpa menghilangkan esensi pesan aslinya.


Share:

18 Desember 2025

Mahkota Duri




Mahkota duri atau kaktus pakis giwang (Euphorbia milii) adalah salah satu spesies dari 2000 spesies lain dari genus Euphorbia. spesies yang asli diberi nama E. milii varietas splendens/E.splendens. Tumbuhan ini diduga berasal dari Timur Tengah sejak zaman purba.

Manfaat Mahkota Duri

Selain berfungsi sebagai tanaman hias, euphorbia juga dapat digunakan sebagai tanaman obat. Euphorbia dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kurap, bisul, radang anak telinga dan sembelit. Untuk mengobati kurap, ambillah batang euphorbia dari cabang yang segar dan buang kulitnya (rumahku.com).

Nama Lokal : Mahkota Duri
Nama Ilmiah : Euphorbia milii
Asal : Madagaskar
Jenis Tumbuhan : Dikotil
Status : Aman. Populer sebagai tanaman hias pekarangan maupun pot
Senyawa yang Terkandung : Mengandung getah lateks putih yang bersifat toksik. Mengandung flavonoid, triterpenoid, saponin, dan alkaloid
Kemampuan Tumbuhan : Mampu menyerap polutan udara ringan
Spesifikasi
Tinggi                   : 0,5 – 1 m
Jenis Daun            : Tunggal
Diameter               : 50 – 100 cm rumpun
Jenis Akar             : Serabut
Berkembang Biak : Stek batang


Referensi :
1

2

Share:

27 Agustus 2024

Kisah Inspiratif Seorang Raja dan Segelas Air


Tersebutlah sebuah kisah saat dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu, akhirnya berkesempatan bertemu dengan status yang berbeda. Satu sudah menjadi seorang raja yang kaya raya, sementara satunya menjadi orang yang biasa saja namun masuk kategori wali.

Dalam pertemuan tersebut, sang wali tidak merasa kaget dan tidak memperlakukan temannya dengan spesial. 

“Kenapa kamu menyepelekan saya? Padahal saya adalah seorang raja,” tanya sang raja kepada sahabatnya.

“Kalau kamu di padang pasir tidak bisa minum, dan harus minum satu gelas, dengan ongkos kamu harus memberikan semua kerajaanmu demi minuman itu. Pilih mana? Minuman atau tetap menjadi raja?,” tanya balik sang wali kepada raja.

Raja pun kaget dan menjawab bahwa ia akan memilih minum. Raja tersebut mengatakan bahwa ia tetap bisa hidup walaupun tidak jadi raja. Sebaliknya ia akan mati jika tidak minum walaupun ia menjadi raja.

“Bagaimana Anda bangga dengan satu kerajaan yang sama (nilainya) dengan segelas air?,” tanya wali.



Sumber :

Pengajian Gus Baha

nu.or.id


Share:

Kisah Inspiratif Nelayan dan Ilmuwan



Suatu ketika seorang yang besar dan berilmu tinggi ingin bepergian ke kota lain di seberang lautan. Maka ia menyewa seorang nelayan dengan perahunya untuk membawanya menyeberang. Udara nyaman, dan angin lautpun pun tenang.

Di tengah perjalanan keduanya mulai terlibat dalam sebuah percakapan menarik. Sang ilmuwan bertanya pada nelayan: “Ya Fulan, dapatkah kamu membaca dan berhitung?”

Sang nelayan menjawab: “Tidak.”

Sang ilmuwan mengangguk dan berguman: “Hmm. Sayang sekali. Seperempat hidupmu telah hilang”

Angin yang mulai berhembus agak kencang dan ombak yang semakin tinggi tak mengusik mereka. Keduanya tetap asyik dengan tanya jawabnya.

Lalu bertanyalah ia kembali: “Tahukan kamu tentang ilmu perbintangan ?

Sang nelayan menjawab; “Tidak”

“Hmm, sayang sekali. Seperempat hidupmu telah kau sia-siakan?” guman sang ilmuwan lagi.

Lalu dilanjutkanlah pertanyaannya itu “Tahukah kamu, tentang ilmu dagang?”

Sang nelayan menjawab “Tidak”

“Hmm sayang sekali. Seperempat hidupmu telah terbuang”

Cuaca semakin buruk, angin bertambah kencang dan ombak tinggi menggulung-gulung. Perahu bergolak naik-turun dan terguncang-guncang hebat. Tapi keduanya tetap asyik dengan pecakapan mereka. Dan demikianlah, berbagai ilmu ditanyakan kepada nelayan, dan setiap kali nelayan menjawab “tidak” maka sepersekian hidupnya telah hilang.

Ketika cuaca makin tidak menentu dan perahu makin oleng, maka tak lama lagi perahu ini akan tenggelam. Keduanya segera terdiam. Dalam suasana mencekam itu tiba-tiba sang nelayan kepada orang yang berilmu tadi.

“Tahukah Bapak caranya berenang?”

Sang Ilmuwan menjawab “Tidak.”

“Hmm, sayang sekali. Seluruh hidup Bapak akan segera hilang!”

**

Hidup kita bagaikan mengarungi samudera di tengah berbagai hantaman ombak, tiupan angin dan teriknya matahari serta derasnya hujan. Jika kita tidak mempunyai ilmu yang bisa menyelamatkan perjalanan kita menuju Illahi, maka akan lenyaplah seluruh makna hidup kita ini.

*****

Sumber

Share:

23 Mei 2023

5 Channel Youtube Keren Untuk Anak-Anak

Channel Youtube Keren Untuk Anak-Anak


Hari Anak adalah acara yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. (Wikipedia Indonesia)
Tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional  oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Tujuan diselenggarakannya peringatan ini karena anak-anak dinilai sebagai aset bangsa yang harus dilindungi, dibimbing, serta diakomodir segala haknya. Dengan demikian, kita semua berkewajiban mengawasi serta mengarahkan anak-anak agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kecerdasan baik di bidang akademik maupun mental dan spiritual.

Saat ini, perkembangan teknologi demikian pesat. Hal ini tentu saja dapat dimanfaatkan untuk membantu kita dalam mengakomodir minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak. Youtube, sebagai salah satu situs penyedia video terbesar di dunia menjadi salah satu tren, baik bagi kalangan orang tua maupun anak-anak. Banyak orang yang memanfaatkan Youtube sebagai media edukasi bagi dunia anak, yaitu dengan membuat channel yang berisi konten hiburan sekaligus memberikan pendidikan. Video-video yang disuguhkan sangat beragam, mulai dari gambar, suara, kartun, hingga animasi, yang semuanya dikemas dengan kreatif. Jenis serta tema yang disusung pun bervariasi, mulai dari lagu, cerita pendek, dongeng, hingga puisi.

Dari banyak channel Youtube yang menyediakan konten untuk anak-anak, kami merangkum 5 channel dengan konten anak berbahasa Indonesia. berikut ulasannya:

1. Kids Tv Indonesia - Lagu Anak

Channel ini berisi konten edukasi anak berupa video dengan lagu. Konten yang disughkan dikemas dalam balutan sajak, puisi, dan cerita yang dilagukan. Karakter-karakter yang ditampilkan sangat khas anak-anak, seperti Bob si Kereta, Baa Baa si Kambing Hitam, Mary si Panda, Jack n Jill, dan lain-lain.

Kids Tv Indonesia sangat cocok untuk anak-anak dengan usia balita, karena dengan melihat video dengan musik akan mempercepat kemampuan belajar mereka. Hal ini disebabkan musik adalah salah satu alat komunikasi yang merangsang respons otak dengan baik.
Yuk langsung saja berkunjung ke channelnya, klik di sini.





2. Edukasi Anak Indonesia

Channel yang satu ini berisi konten anak berupa cerita-cerita mengenai pengenalan terhadap hal-hal yang ada di sekitar kita. Mulai dari video mengenal abjad atau huruf,  nama-nama binatang, nama buah-buahan, hingga mengenal nama anggota tubuh. Selain itu, channel Edukasi Anak Indonesia juga menyuguhkan konten lagu anak-anak populer.  Konten menarik lainnya adalah cerita tentang permainan tradisional yang ada di Indonesia. Selain berbahasa Indonesia, ada juga beberapa konten yang disuguhkan dalam bahasa Inggris. Yuk bermain ke channelnya, klik di sini.

3. Kastari Sentra

Channel edukasi anak yang satu ini kami rekomendasikan bagi orang tua yang ingin memberikan tanyangan-tayangan anak bernuansa Islami. Channel yang dikembangkan oleh Kastari Animation ini berisi video-video antara lain, mengenal huruf hijaiyah, mengaji surat-surat pendek Al Quran, mengenal Asmaul Husna. Selain itu, channel ini juga berisi video lagu, baik lagu Islami maupun lagu anak populer lainnya. Bagi yang gemar mewarnai, channeil ini juga menyuguhkan video contoh mewarnai gambar. Yuk belajar di Kastari Sentra, klik di sini.

4. Anak Muslim

Channel yang juga mengusung tema Islami ini berisi kisah-kisah dari para nabi dan rasul. Kisah-kisah yang disuguhkan sangat inspiratif karena berisi pelajaran moral, akhlak, yang dapat dijadikan teladan bagi anak-anak. Penyampaian cerita yang sederhana menjadikan video-video yang dimiliki channel Anak Muslim dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak. Yuk meluncur ke channelnya, klik di sini.

5. Menggambar Bersama COKI

Channel ini mengkhususkan untuk menyuguhkan konten-konten berupa belajar menggambar dan mewarnai untuk anakl-anak. Dengan menggunakan karakter yang lucu, yaitu COKI, channel ini mengajak anak-anak untuk mencoba menggambar dan mewarnai berbagai hal, mulai dari benda, kendaraan, hewan, hingga makanan. Contoh menggambar yang sederhana menjadikan anak-anak mudah mempraktikkan di atas kertas gambar! Yuk belajar menggambar, klik di sini.

Itulah 5 channel edukasi anak-anak yang kami rangkum. Sebenarnya masih banyak channel yang bagus dan bermanfaat bagi perkembangan anak-anak di Youtube, mudah-mudahan lain waktu dapat kami ulas. Semoga menginspirasi. Anak Indonesia GENIUS!

- sumber gambar 1: HAN Google Indonesia
- sumber gambar 2: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
Referensi tulisan dan gambar dari masing-masing channel.
Share:

14 Mei 2023

Kisah Inspirasi Belajar Dari Kisah Tempayan Rusak



Seorang ibu yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan yang digunakan untuk mencari air, yang dipikul dipundak dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.

Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.

Tentunya si "tempayan" yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya si "tempayan retak" berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai. "Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu." Ibu itu tersenyum, dan berkata "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?

Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu. Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga."

***

Kita semua mempunyai kekurangan, Namun kita harus menjadikan keretakan & kekurangan itu sebagai "berkah" agar hidup kita bahagia dan menyenangkan.

*****

Sumber

Share:

13 Mei 2023

Kisah Inspirasi Siapa Sangka Pendiri Honda Pernah Ditolak Perusahaan Toyota



Siapa yang tidak kenal dengan nama Honda? Tentu merk Otomotif satu ini sudah sangat familiar buat kita semua benar bukan hingga seluruh dunia juga kenal dengan produk pabrikan Honda, Namun pernahkah anda tahu kisah dari pendiri Perusahaan Otomotif raksasa Honda Motor Company,Ltd. yang saat ini merupakan salah satu perusahaan global terbesar. Beliau juga merupakan seorang industrialis Jepang yang dilahirkan di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang pada tanggal 17 November 1906 dan meninggal pada tanggal 5 Agustus 1991 yakni Soichiro Honda.

"Orang Melihat Kesuksesan saya hanya 1%, Tapi mereka tidak pernah melihat 99% Kegagalan Saya" (Soichiro Honda)

Sebelum sukses mendirikan pabriknya sendiri dia sebelumnya merupakan salah satu karyawan disalah satu bengkel biasa namun keinginan keras dan bertekad ingin maju membuatnya bisa mendirikan sendiri Pabrik nya yang diberi nama dengan Honda.

Soichiro Honda dulu pernah bekerja disalah satu bengkel Hart Shokai darisanalah dia mempelajari semua ilmu-ilmu tentang dunia Otomotif, Kemudian ilmu yang dia dapati langsung digunakan nya untuk membuka sebuah bengkel sendiri walaupun hanya sebuah bengkel kecil-kecilan darisinilah dia terus menguji kemampuannya untuk menciptakan sebuah inovasi untuk dunia Otomotif.

"Ketika Anda Mengalami Kegagalan, Maka segeralah mulai kembali bermimpi dan mimpikanlah mimpi baru." (Soichiro Honda)

Salah satunya ketika waktu itu dia terpikir untuk menciptakan ring piston. Dia bertekad untuk menciptakan sebuah ring piston untuk dia pasarkan ke pabrik-pabrik besar. Hingga akhirnya pada tahun 1938, keinginan nya untuk membuat ring piston selesai juga. Kemudian dia mencoba untuk menawarkan hasil buatannya itu ke beberapa pabrikan Otomotif, salah satunya adalah Toyota.

Namun apa yang terjadi ? Ternyata pada saat itu Toyota menolak mentah-mentah buatan piston yang dibuat oleh Honda, karena Toyota menganggap Piston nya itu masih tidak memenuhi standar, tidak lentur dan tidak laku untuk dipasarkan.

Akibat dari Ekspektasi nya yang sangat besar terhadap Piston hasil buatannya itu ternyata hasilnya sangat tidak memuaskan, membuat Honda harus jatuh sakit bahkan sakitnya tersebut sangat parah dan dia diwajibkan untuk beristirahat selama 2 bulan.

"Janganlah Dulu melihat keberhasilannya dalam menggeluti Industri Otomotif. Tapi lihatlah kegagalan -kegagalan yang dialaminya." (Soichiro Honda)

Ternyata kegagalan yang dia dapatkan, Honda tidak pernah putus asa dia kembali mengikuti pelajaran kuliah lagi untuk mendapatkan ilmu yang dimana dia bertekad ingin piston hasil buatannya bisa lebih berkualitas dan yang paling utama bisa diterima di pasaran terutama pabrik-pabrikan besar Otomotif.

Soichiro Honda dilahirkan dalam keluarga yang sangat miskin, kala itu dia kuliah juga harus terpaksa menggunakan sejumlah perhiasan dari istrinya, Ilmu Otomotif yang diperolehnya dari bangku kuliah langsung saja di ujinya pada sore hari di rumah, Namun ternyata hal tersebut membuatnya keasikan hingga-hingga dia jadi jarang kuliah dan harus terpaksa dikeluarkan dari Kampus.

Kegigihan dari Soichiro Honda memang patut kita acungkan jempol, Hingga suatu hari dia berhasil menciptakan sebuah ring piston yang sesuai keinginan pabrikan Otomotif (berkualitas baik) hingga akhirnya produk dari hasil buatan Honda berhasil diterima oleh Toyota.

*****

Sumber

Share:

Kisah Inspirasi Kapal vs Mercusuar

ilustrasi mercusuar


Alkisah suatu hari di era Perang Dunia I, ada sebuah kapal perang yang baru saja mengalami perang yang sangat hebat. Kapal ini adalah kapal pemenang.

Ketika kapal ini mulai memasuki area lautan yang berkabut, maka kapal ini melihat ada sebuah sorot lampu di kejauhan.

Segera dikirimkanlah berita : (Segera menyingkir. Titik.)
Dijawablah berita itu : (Anda yang menyingkir. titik.)

Komandan kapal itu mulai marah. 

Dikirim berita lain : (Ini adalah kapal admiral (laksamana). menyingkir. ttk.)
Dijawab pula : (Saya tidak dapat menuruti permintaan anda. titik.)

Dengan marah. dikirimlah berita terakhir : (Ini kapal perang utama. Menyingkir atau kami tabrak. ttk.)
Lalu jawaban datang : (Ini mercusuar. Anda menyingkir atau anda karam. ttk.)

Komandan kapal itu terdiam, dan menyuruh untuk bergeser haluan. 

Perenungan :

Kadang-kadang kita merasa hebat karena kemampuan dan prestasi kita. Tetapi ada batas yang harus kita pahami, bahwa selalu ada langit di atas langit. Dan bahwa langit yang tertinggi adalah milik Tuhan. Jangan pernah merasa paling kuat, atau anda akan KARAM !

*****

Sumber

Share:

5 Mei 2023

Cerita Inspirasi Tukang Kayu dan Rumahnya


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ” katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup inidengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

*****
Baca juga:

6 Cara Agar Tidak Menjadi Pelupa

Renungan Tentang Ayah

Tips Menyikapi Patah Hati

Sumber

Share:

25 Maret 2023

Etos Fastabiqul Khairat

Artikel Motivasi dan Inspirasi
Oleh: Muhbib Abdul Wahab 

Berislam itu bukan sekadar menyatakan dua kalimat syahadat sehingga memiliki (to have) identitas diri sebagai Muslim, tetapi juga menghendaki proses dinamis untuk menjadi (to be) Muslim yang saleh: bervisi, berpikir, bersikap, dan berperilaku Islami. 

Oleh karena itu, menjadi Muslim yang saleh itu tidak bisa instan atau karbitan, namun menghendaki adanya proses terencana, usaha sungguh-sungguh, konsistensi, dan kesabaran dalam mengaktualisasikan keberislamannya. 

Islam menginginkan umatnya berkemajuan, berkeunggulan kompetitif, berkemandirian, dan berdaya saing tinggi dengan menunjukkan kinerja terbaiknya.

Karena pada dasarnya, umat Islam itu umat terbaik yang hadir untuk mengemban tugas mulia: dakwah amar makruf nahi munkar, bahkan menyerukan tegaknya kebenaran, keadilan, dan kebaikan. 

Salah satu kunci sukses umat terbaik adalah etos fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS al-Baqarah [2]: 148). 

Etos fastabiqul khairat ini sangat penting dimiliki setiap Muslim, karena perjalanan hidup ini tidak datar, tetapi mendaki dan terjal. Semangat kompetisi dalam berbuat kebaikan merupakan energi positif untuk meraih prestasi tinggi dan menjadi yang terbaik di mata Allah. 

Hakikat kehidupan dunia ini adalah ujian dan pembuktian iman untuk meraih kinerja terbaik. “(Dialah) yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS al-Mulk [67]: 2).

Sejarah menunjukkan bahwa etos fastabiqul khairat yang dimiliki umat telah memacu spirit dan motivasi mereka meraih kemajuan peradaban Islam yang gemilang. 

Para pemimpin, ulama, pendidik, sastrawan, dan sebagainya bergandeng tangan mengaktualisasikan etos fastabiqul khairat dalam mengembangkan sains, teknologi, seni, dan budaya demi terwujudnya peradaban Islam yang agung.

Etos fastabiqul khairat merupakan kekuatan penggerak umat menuju berpikir kreatif, inovatif, dan konstruktif. Mereka selalu selangkah lebih maju dan lebih cepat dalam melakukan aksi kebaikan. Mereka ini bukan termasuk kategori kelompok yang menzalimi diri sendiri, dan juga bukan kelompok pertengahan. 

Alquran mengisyaratkan ketiga kelompok manusia itu agar kita memilih dan menjadi bagian dari kelompok terbaik yang selalu ber-fastabiqul khairat. 

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS Fathir [35]: 32).

Menurut Wahbah al-Zuhayli, zhalim li nafsihi adalah kelompok yang melaksanakan sebagian kewajiban, dan melanggar sebagian yang diharamkan. Kelompok ini masih cenderung fastabiqul ma’ashi wal munkarat (berlomba-lomba melakukan kemaksiatan dan kemunkaran). 

Sementara muqtashid adalah kelompok pertengahan, yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan, namun masih melakukan sebagian yang makruh (dibenci agama) dan meninggalkan beberapa amalan yang dianjurkan. 

Sedangkan sabiq bil khairat bi idznillah adalah kelompok kompetitif yang melaksanakan kewajiban dan anjuran, dan meninggalkan larangan dan yang makruh, serta sebagian yang dibolehkan. 

Kelompok paling ideal tentu saja adalah kelompok yang senantiasa bergegas melakukan kebaikan (al-khairat) demi kemasalahatan bersama. Seseorang dapat berbuat baik sesuai dengan kompetensi dan posisi masing-masing. 

Guru bisa selangkah lebih maju dan cepat dalam mengamalkan ilmunya sebelum mendidik para siswanya. Pedagang dapat berbaik hati dengan kejujuran dan keramahannya dalam melayani pembeli atau pelanggan. 

Pengusaha kaya bersegera memberikan kedermawanannya kepada fakir miskin yang memerlukan uluran tangannya. Hakim dan penegak hukum tidak kenal kompromi dan rasuah dalam menegakkan keadilan hukum; selalu membela yang benar, bukan memihak yang bayar.

Pemimpin umat dan bangsa peduli terhadap nasib rakyat yang dipimpinnya dengan memberikan pelayanan profesional terbaiknya, tidak sibuk melakukan transaksi kekuasaannya dengan pihak asing atau pengusaha hitam demi mengeruk kekayaan untuk kepentingan pribadi atau partai politiknya. 

Sedangkan fakir miskin senantiasa mendedikasikan dukungan dan doanya demi kebaikan bangsa dan Negara. Semua warga bangsa berfastabiqul khairat dalam bidang masing-masing; berfastabiqul khairat dalam mengaktualisasikan akidah tauhidnya, rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan kesatuan bangsa, kerakyatan dan kearifan, serta keadilan sosial bagi semua.

Sumber: republika
Share:

10 Maret 2023

6 Cara Agar Tidak Menjadi Pelupa

Tips Agar Tidak Menjadi Pelupa

Arti kata "lupa" menurut KBBI adalah lepas dari ingatan, tidak dalam pikiran lagi, atau tidak teringat, lalai; tidak acuh. Sedangkan "pelupa" berarti orang yang lekas (sering) lupa. Setiap orang mempunyai sifat lupa yang merupakan sifat dasar manusia. Hal tersebut terjadi karena proses alamiah penurunan daya ingat yang terjadi pada otak manusia, sehingga lama-kelamaan kemampuan kerja otak menurun.

Penyebab lupa dan pikun
Kadang kita  mengalami lupa terhadap suatu hal, padahal kita sudah mencoba mengingat dengan keras, Tentunya hal ini menjengkelkan, karena bisa jadi sesuatu yang yang terlupakan merupakan hal yang sangat penting.

Selain karena faktor umur, sifat lupa juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lainnya. Umumnya, faktor pemicu "lupa" berupa kelalaian manusia dalam menjaga kesehatan otaknya. Nah, berikut 6 cara afar Anda tidak menjadi pelupa. Silakan dicermati.
  • Kontrol Porsi Makan
Ternyata, porsi makan mempengaruhi kinerja otak lho! Jika kita mempunyai porsi makan yang terlalu banyak, maka mulai sekarang cobalah untuk menguranginya. Makan terlalu banyak, apalagi dengan jenis makanan berlemak dapat menyebabkan mengerasnya pembuluh darah otak sehingga mengakibatkan penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah. Ketika hal ini berlangsung terus-menerus, maka kemampuan kerja otak kita pun menurun.
  • Batasi Konsumsi Gula
Pengonsumian gula yang terlalu banyak dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi penting bagi tubuh. Hal ini mengakibatkan terganggunya perkembangan otak.
  • Tidur yang Cukup
Saat tidur sebenarnya otak kita secara alamiah memperbaiki dan memulihkan kemampuannya. Jika sering mengalami kekurangan tidur, maka hal itu akan mempercepat kerusakan sel-sel otak kita.

  • Menstimulasi Pikiran
Kurangnya stimulasi otak akan dapat menyebabkan mengerutnya otak. Berpikir merupakan cara paling tepat untuk merangsang sekaligus melatih otak kita agar tetap sehat.
  • Sering Berkomunikasi
Jika kita termasuk orang yang jarang berkomunikasi, maka mulai sekarang cobalah untuk lebih banyak melakukan komunikasi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi maka otak akan terangsang (seperti pada poin di atas), dan hal itu akan menjaga efesiensi keja otak kita. Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan kurang terlatihnya kemampuan otak.
  • Hindari Stres
Meskipun berpikir adalah cara yang tepat untuk menjaga kualitas kerja otak, namun memaksakan diri berpikir tentang banyak hal merupakan perbuatan yang kurang bagus bagi otak. Orang yang terlalu memikirkan banyak hal akan mengalami stres atau gangguan mental dan emosional. Apalagi jika kita dalam kondisi sakit, memaksakan otak untuk berpikir keras dapat menyebabkan penurunan kualitas kerja otak serta merusak sel-sel otak

Itulah beberapa tips dan cara mencegah sifat lupa yang dapat saya bagikan. Semua kembali pada kepedulian kita dalam menjaga kesehatan, terutama kesehatan otak kita. Perlu diketahui, bahwa saya menulis di blog ini salah satu tujuannya sebagai sarana menstimulasi otak dengan cara menyenangkan.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat.
Share:

13 Agustus 2020

Daeng Soetigna, Pahlawan Sunda Penggagas Angklung Diatonis


Siapa yang tak mengenal angklung? Hampir seluruh orang Indonesia tahu tentang angklung, minimal pernah mendengar atau melihatnya. Jenis alat musik tradisional di Indonesia ini memang sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara. Sekarang pun telah banyak orang yang belajar memainkan alat musik yang hanya bisa berbunyi dengan cara menggoyangkannya. Perpaduan suara merdu yang dihasilkan dari benturan antar bambu, membuat alat musik khas Jawa Barat ini mampu menghipnotis para penikmatnya.

Dalam catatan sejarah dan literatur, disebutkan banyak tokoh yang berjasa dalam kesenian musik angklung. Baik sebagai pembuat maupun sebagai tokoh yang menyebarluaskannya. Salah satu tokoh angklung adalah (Alm) Mang Udjo yang berasal dari Jawa Barat. Peninggalan beliau dikenal dengan nama Saung Angklung Udjo.

Musik angklung pada awalnya mempunyai nada salendro dan pelog (pentatonis) yang merupakan khas kesenian Sunda. Namun dalam perkembangannya, angklung ternyata juga bisa menghasilkan nada diatonik (do, re, mi) sehingga dapat digunakan untuk membawakan musik-musik internasional. Salah satu tokoh yang berjasa dalam perkembangan musik angklung adalah Daeng Soetigna (dibaca Sutigna-EYD). Beliaulah yang mengkreasikan angklung dari nada Sunda ke nada diatonis.

Biografi Singkat

Nama lengkap Daeng Sutigna adalah Mas Daeng Soetigna, lahir di Garut pada 13 Mei 1908. Beliau merupakan anak keturunan bangsawan Sunda, oleh karena itu Daeng Soetigna berkesempatan mengenyam pendidikan zaman Belanda yang kala itu masih sangat terbatas bagi kalangan pribumi. 

Nama "Daeng" konon diberikan oleh orang tuanya karena sang ayah mempunyai sahabat yang pandai, dan sahabat ayahnya tersebut berasal dari daerah Makassar yang mempunyai gelar "Daeng". Dari hal itulah, ibunda beliau mengusulkan nama "Daeng" dengan harapan tumbuh menjadi orang yang pandai.

Riwayat Pendidikan

Daeng Soetigna menamatkan pendidikan HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Garut pada tahun 1921, kemudian melanjutkan ke Sekolah Raja (Kweekschool) Bandung pada tahun 1922 dan lulus tahun 1928 saat  Kweekscholl telah diubah namanya menjadi HIK (Hollands Islandsche Kweekschool). Setelah selesai menyelesaikan pendidikannya, Daeng berkesempatan menjadi seorang pengajar. Beliau pernah mengajar di Schakelschool Cianjur pada tahun 1928, pernah juga mengajar di HIS Kuningan pada tahun 1931. Ketika mengajar di HIS itulah, Daeng Soetigna mendalami keseniang angklung karena beliau memang sangat menggemarinya. 

Daeng sempat juga mengikuti kursus B-1 (setara D-3) pada tahun 1954, dan berhasil lulus ujian akhir. Namun Pak Daeng tidak mendapat ijazah Diploma, karena menurut panitia dia tidak berhak. Setelah itu, pada tahun 1955, ia dikirim bersekolah di Teacher's College Australia sebagai salah satu kontingen dalam program Colombo Plan.

Sejarah Singkat Angklung Diatonis

Pada suatu hari di tahun 1938, ada dua pengemis yang datang ke rumah Daeng Soetigna. Mereka memainkan alat musik angklung dengan nada pentatonis (da, mi, na, ti, la, da). Hati Daeng merasa bergetar mendengar permainan musik tersebut, sampai-sampai beliau membeli angklung pentatonis tersebut. Setelah beliau memiliki angklung tersebut timbullah keinginannya untuk membuat angklung diatonis. Namun beliau merasa tidak bisa membuat angklung, sehingga beliau mulai belajar kepada pakar angklung yang ada di daerahnya. Setelah sekian lama belajar, akhirnya beliau dapat membuat angklung diatonis. Kemampuan beliau dalam berkreasi angklung diatonis tak lepas dari kepiawaiannya memainkan alat musik gitar dan piano.
Hasil dari kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Angklung diatonis ciptaan Daeng mulai dikenal masayarakat luas dan mulai dimainkan oleh khalayak. Angklung buatannya dinilai mampu mengeksplorasi nada-nada lebih banyak lagi. Angklung Daeng Soetigna pun mulai digunakan dan diajarkan di sekolah-sekolah.





Angklung diatonis ciptaan Daeng Soetigna semakin terkenal ketika beliau mendapat kesempatan memainkan angklung ciptaannya dalam forum Perundingan Linggarjati pada 12 November 1946. Setelah itu, Daeng dengan angklungnya semakin berkibar dalam berbagai acara baik nasional maupun internasional. Di antaranya; Konferensi Asia Afrika (Bandung, 1955), World Fair (New York, 1964), pertunjukan di Malaysia, Belanda, Perancis.
Atas jasa beliau dalam bidang kesenian, khususnya musik angklung, pada tahun 1968 Presiden Soeharto memberikan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan, dan kembali tahun 2007 mendapatkan Anugerah Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan nama beliau diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional dari Jawa Barat dalam bidang seni dan budaya.

Daeng Soetigna wafat di Bandung pada 8 April 1984 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Untuk mengenang beliau, angklung ciptaannya kemudian diberi nama kehormatan sebagai Angklung Padaeng.

Penghargaan yang Diterima
  • Piagam Penghargaan, atas Jasanya Dalam Bidang Kesenian Khususnya dan Kebudayaan Pada Umumnya, dari Gubernur Jawa Barat Brigjed Mashudi, 28 Februari 1968.
  • Piagam Penghargaan, dalam rangka mendorong pertumbuhan, pemekaran dan pengembangan keseniang angklung di ibukota, dari Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, 10 September 1968.
  • Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebudayaan, dari Presiden Republik Indonesia, Jend. Soeharto, 15 Oktober 1968.
  • Piagam Penghargaan, atas jasa dalam pembinaan dan pengembangan seni daerah, khususnya seni Angklung, dari Gubernur Jawa Barat H.A. Kunaefi, 17 Agustus 1979.
  • Piagam Penghargaan, sebagai perintis Pembangunan Pariwisata Jawa Barat, dari Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana, 18 Februari 1994.
  • Piagam Penghargaan, seniman angklung yang telah berkreasi dan berkarya mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat Nasional, dari Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, 21 Juli 2005.
  • Piagam Penghargaan dan Metronome Award 2006, sebagai pengembang musik tradisional Angklung, dari Pusat Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia, 21 Juli 2005.
  • Penghargaan Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2013, Pencipta Angklung, Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia, Amir Syamsudin, 26 April 2013.
Referensi:

indonesiaindonesia
ichi blog
detik
- Wikipedia Indonesia
- www.google.co.id

Sumber Gambar:
- angklung, google/wikipedia
daeng soetigna/gambar: kompasiana
daeng soetigna/gambar: tomita.web.id
angklung/gambar: tomita.web.id
KAA/gambar: serambipirous.com
bung karno/KAA/newsdetik:gambar
Share:

28 Februari 2020

Renungan Tentang Ayah

Berikut ini adalah hal-hal yang mungkin tidak kita tahu tentang seorang ayah.

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.
2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.
7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.
10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.
11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya? mmmmhhh… “tidak terlalu mengecewakan”
12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.
15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.
19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.
20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.

21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
22. Ayah akan berkata, “Tanyakan saja pada ibumu,” ketika ia ingin berkata, “Tidak”.
23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.
26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.
27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.
28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).

30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…
31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

32. Ayah pernah berkata, “Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, “Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”.
34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, “Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di
hatimu”

35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.
36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.
37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

by. vahry378_kaskus
Share:

15 November 2019

Sebuah Renungan: Berapa Harga Tubuh Manusia?

Renungan Motivasi Diri

Mungkin, Pada Suatu Masa Dalam Hidup, Kamu Pernah Merasa Nggak Nyaman Dengan Dirimu.
Kulitmu Kurang Putih. Badanmu Kurang Tinggi. Rambutmu Kurang Lurus. Bibirmu Kurang Seksi. Otakmu Kurang Cerdas. Wajahmu Kurang Menawan. Namamu Kurang Populer.

Apa Pernah Semua Hal Nggak Penting Itu Membuatmu Merasa Kurang Berharga?
Well, Gimana Yaa.. Emang Gitu Sih Kenyataannya.. Mungkin Begitu Katamu.
Hohoho.
Benarkah?

Dirimu Kurang Berharga?
Yang Benar Saja!
Pernahkah Kamu Benar-Benar Menghitung ‘Harga’ Dirimu?
Kalo Belum, Coba Pikirkan..

Pernah Mengganti Gigi Palsu?
Berapa Harganya? Seratus Ribu? Dua Ratus Ribu?
Hoho. Yang Benar Saja. Mungkin Dua Juta.

Matamu Kurang Jelas Melihat? Harus Pakai Kacamata?
Berapa Harganya? Lima Puluh Ribu?
Ugh. Dapat Bingkainya Saja Enggak.
Paling Kurang Tiga Ratus Ribu. Itu Yang Paling Murah, Kali..

Pernah Ikut Program Pelangsingan? Atau Ikut Fitness?
Berapa Biayanya? Seratus Ribu?
Hmm.. Mungkin Kalo Fitness Kelas ‘Biasa Aja’ Bisalah.
Program Pelangsingan? Jadi Member Aja Lebih Dari Segitu.

Pernah Patah Tangan?
Berapa Biaya Keseluruhannya?
Nggak Kebayang Deh. Satu Juta Juga Nggak Cukup.

Ginjalmu Bermasalah?
Kira, Kira Berapa Biaya Untuk ‘Mengurus’nya?
Oh, My.. Setidaknya Beberapa Juta Rupiah.

Jantungmu Mengalami Sesuatu?
Oh, No. Kalo Ringan, Mungkin Dua Puluh Juta Cukup.
Atau Tiga Puluh.

Otakmu Mengalami Pendarahan?
Hmghh.. Kalo Parah, Bisa Sampai Ratusan Juta Biaya Pengobatannya.

Jika Dirimu Nggak Berharga, Bolehkah Saya Pinjam Matamu? Atau Tanganmu Yang Sebelah Kiri? Atau, Otakmu Yang ‘Biasa Aja’ Itu?
Nggak?

Oke. Gimana Kalo Saya Bayar? Dua Puluh Juta Untuk Otakmu Yang Hanya Berisi Sel Abu-Abu Kecil Itu?

Hmm.. Nggak Juga?

Jadi Berapa Harganya? Katanya Nggak Berharga?

Kamu Pikir-Pikir Dulu?

Hmhh.. Sampe Mati Pun Saya Jamin Kamu Nggak Akan Mau Menukarkan Otakmu (Atau Ginjalmu Atau Jantungmu Atau Paru-Parumu Atau Bahkan Kakimu Yang Bentuknya Aneh Itu, Atau Bibirmu Yang Kurang Seksi Atau Matamu Yang Kurang Bersinar Atau Bahkan Hidungmu Yang Kurang Mancung) Itu!!!!

Atau.. Gimana Kalo Dua Puluh Juta Untuk Kulitmu Yang Kurang Putih Bersinar Itu?

Nggak Juga?

Jadi, Berapa Dong Harganya? (Mulai Kesel Nih..)

Nggak, Deh.

Mungkiiinnn, Lebih Baik Punya Hidung Biarpun Nggak Mancung,
Mendingan Punya Mata Walaupun Kurang Indah,
Mendingan Punya Otak, Walaupun Nggak Secerdas Einstein,
Mendingan Punya Tangan Walaupun Nggak Bisa Melukis Seindah DaVinci,
Mendingan Punya Badan Yang Biasa -Nggak Seaduhai Brad Pitt, Maksudnya- Ketimbang Sakit-Sakitan..
Mendingan.. Punya Semua Yang Kumiliki Sekarang Deh,
Ketimbang Dapet -Berapa Tadi? Dua Puluh Juta? Lima Puluh Juta? Seratus Juta?- Semuanya Kayaknya Nggak Cukup Deh Buat Ganti Suku Cadang Tubuhku.

Lagi, Menurut Tony Buzan Dalam Bukunya Head First, Untuk Membuat Peralatan Yang Berfungsi Persis Seperti Mata Kita Saja Dibutuhkan Seperangkat Mesin Canggih Yang Bernilai Kira-Kira 750 Miliar Rupiah.

Bayangkan, Hanya Untuk Membuat Sebuah Alat Yang Berfungsi Seperti Mata Kita!! Berarti Mata Kita Saja Seharga 750 Miliar! 

Gimana Yang Lain? Jantung, Paru-Paru, Ginjal, Otak, Syaraf-Syaraf…

Ohh..

Jadi, Berapa Saya Harus Menawar?

Mengucap Syukur Menjadikan Hidup Kita Lebih Bermakna, Ketimbang Menghabiskan Waktu Untuk Bersolek Diri Dan Mencari Keagungan Duniawi.
Share:

5 Agustus 2019

HUT Kemerdekaan RI ala Anak Rantau

Cara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ala Perantauan
HUT Kemerdekaan Indonesia
Tak terasa kita memasuki detik-detik perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Tiap tempat di seluruh pelosok negeri pun berlomba menyambut, berbagai acara diadakan demi memeriahkan acara spesial ini, mulai dari malam tasyakauran, lomba-lomba, bakti sosial, hingga panggung hiburan. Bahkan gegap gempita perayaan HUT RI tersebut diperingati hingga tingkat RT. Wah, bisa dibayangkan betapa meriahnya bangsa Indonesia menyambut peringatan hari kemerdekaannya.

Namun, tidak setiap orang dapat merasakan euforia kemerdekaan ini. Salah satunya adalah bagi sobat yang sedang merantau. Ya, orang perantauan. Entah sobat tengah dalam tugas pekerjaan maupun sekolah/kuliah. Tentu saja keadaan seperti ini semakin menambah kerinduan pada kampung halaman.

Mau tahu apa saja yang mungkin dirindukan menjelang peringatan "tujuh belasan"? Simak beberapa hal berikut, termasuk bagaimana cara mengatasinya.

1. Malam Tasyakuran

Kursi ditata rapi berderet, di sebelahnya terdapata meja panjang tempat makanan dihidangkan. Lagu-lagu perjuangan menghentak dari speaker yang disiapkan panitia. Sementara itu, beberapa warga hilir mudik membawa peralatan. Ada juga yang menggelar tikar sebagai alas duduk orang-orang yang datang. Kira-kira seperti itu gambaran malam tasyakuran peringatan HUT RI di banyak tempat.

Bagi kita yang berada di tempat rantau, hal-hal tersebut mungkin tidak selalu dapat ditemukan. Apalagi jika sobat termasuk orang yang pulang ke rumah kontrakkan hanya untuk istirahat (misalnya karena kerja sampai malam), dan tidak mempunyai waktu berbaur dengan lingkungan sekitar.

Saat melihat pemandangan keriuhan persiapan acara malam tasyakuran di tanah rantau, ada rasa haru dan sedih yang menyesakkan dada. Kita ikut merasa bahagia dengan adanya acara tersebut, tapi di sisi lain ada rasa sedih karena tidak dapat bergabung dalam euforia tersebut. Rasanya ingin sekali pulang ke daerah asal, ke rumah kita, ke lingkungan yang dari kecil memberikan kegembiraan ketika bulan Agustus tiba.

Agar sobat tidak kehilangan momen serta tidak bersedih hati, alangkah baiknya jika sobat bergabung dengan warga yang berada di sekitar tempat sobat mengontrak. Perkenalkan diri sobat dengan sopan, tanyakan apakah ada hal yang bisa sobat bantu, ikuti acara dengan khidmat, dan berjanjilah kepada diri sobat sendiri untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang warga selenggarakan di lain waktu.

2. Upacara

Pagi sekali, speaker telah mengumandangkan lagu-lagu perjuangan. Suasana semangat itu berasal dari tanah lapang maupun halaman-halaman suatu instansi. Hiruk-pikuk calon peserta upacara terdengar dari ujung jalan. Ah, semua bersemangat menyambut hari peringatan kemerdekaan.

Bagi sobat yang dulu ketika masih berada di kampung halaman rutin mengikuti upacara yang spesial ini, mungkin akan merasakan kerinduan luar biasa. Bagaimana tidak, selain sebagai wujud cinta tanah air, upacara juga dapat dijadikan ajang silaturahmi. Kita bisa bertemu tetangga yang rumahnya jauh, kita dapat bertemu orang-orang yang tinggalnya berlainan komplek.

Nah, bagi sobat yang memang ingin mengikuti prosesi upacara kemerdekaan Indonesia, cobalah mengunjungi pusat kota seperti alun-alun, yang pasti menyelenggarakan upacara. Jadilah peserta meski tidak berada dalam barisan. Rasakan betapa berdegupnya jantung sobat ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Rasakan betapa terhanyutnya soba saat momen mengheningkan cipta. Percayalah, semua itu akan mengobati kerinduan sobat akan perayaan "tujuhbelasan" di kampung halaman.

3. Lomba-lomba

Upacara telah usai, para peserta telah membubarkan diri. Saatnya euforia Agustus diteruskan! Ya, berbagai perlombaan telah menanti. Sudah terbayang betapa serunya lomba balap karung, pentung air, mencari kursi, membawa kelereng, dan lain sebagainya.

Rasanya semakin sedih saja bagi kita yang berada di perantauan. Apalagi sebagian dari sobat libur dari tempat kerja. Lalu, apakah kita hanya berdiam diri di dalam kontrakkan? Atau hanya berpuas diri menonton siaran televisi yang menayangkan acara perlombaan?

Tentu saja TIDAK! Kita harus ikut merayakannya! Hahay.

Sobat, mari kita membaur dengan lingkungan sekitar. Sekadar menjadi penonton atau jika memungkinkan jadilah peserta lomba. Seperti biasa, perkenalkanlah diri agan kepada warga, tanyakan apakah masih ada kuota untuk peserta lomba. Saya yakin, sobat akan diterima dengan sangat baik.
******
Hiduplah Indonesia Raya!!
Share:

15 Maret 2019

Tips Memberi Nama Untuk Bayi

Tips Memberi Nama Untuk Bayi

Bagi pasangan yang baru saja memperoleh momongan memang rasanya pasti sangat membahagiakan. Rasanya telah lengkap manisnya hidup dalam membina rumah tangga. Namun seringkali para orang tua bingung ketika hendak memberi nama buah hati mereka.

Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memberi nama yang bagus. Belum lagi ada banyak usulan nama dari orang-orang terdekat. Berikut ini tips untuk ayah dan bunda dalam member nama kepada sang buah hati.

 Pilih nama sesuai dengan jenis kelamin

Iya lah. Masa sih tega memberi nama bayi perempuannya dengan nama "Slamet", "Bagus", "Gunawan". Biarpun bermakna bagus, tapi sangat tidak cocok. Pilihlah nama-nama perempuan yang bagus, seperti "Annisa", "Indah", "Cantika", dan lain sebagainya. Ada satu nama lagi yang bagus, tetapi kadang mempuyai konotasi negatif, yaitu "Bunga" ataupun "Mawar". Karena dua nama tersebut sering digunakan untuk menyamarkan identitas korban kekerasan! Huhuhuhu

Nama tidak terlalu panjang

Pada masa sekarang, para orang tua seolah berlomba untuk memberi nama yang panjang. Hal ini tentu saja tidak dilarang, namun berpotensi meyusahkan di masa yang akan datang. Contoh nama yang panjang; Ayudia Wulandari Rara Kusumaningrum, atau Putra Perwira Laksamana Raja Di Laut. Coba bayangkan jika sang anak mengikuti ujian, mungkin waktunya banyak tersita untuk menuliskan namanya saja. Jadi lebih baik memberi nama dengan sedikit suku kata. Contoh; Luna Maya, Arie Untung, Bejo Tenan, Ayu Dewe. Dll

Tidak memberi nama anak dengan ejaan yang rumit

Banyak kita jumpai nama-nama anak zaman sekarang yang sangat susah dieja. Contoh; Azzarotul Mayzsa, Krytzi Fienasari, Adam Morscha, dll. Kadang anak sendiri kesulitan untuk menyebutkan namanya.

Nama tidak harus sesuai dengan tanggal, bulan, atau pun hari kelahirannya

Banyak orang tua yang memberi nama anaknya sesuai dengan waktu kelahirannya. Jika kebetulan waktunya pas dengan singkatannya sih bagus, contoh; Hardiknas, Idul Fitri, Tunisia (Sabtu Manis). Nah itu malah keren dan unik. Namun tak jarang yang memaksakan, contoh; Bokli (Lahirnya rabu kliwon).
Niatkan nama adalah doa
Berilah nama dengan harapan kelak si anak tumbuh menjadi orang yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa, negara, agama, dan orang tuanya.

Semoga menginspirasi
Share:

27 November 2018

GenerasiSholeh.com, Portal Tempat Anak Muda Curhat Agama

Membangun Generasi Emas Islam Indonesia
GenerasiSholeh.com adalah situs religi yang didedikasikan untuk membina moralitas anak muda secara modern dan menggembirakan. Situs ini diluncurkan pada tanggal 1 Muharram 1437 Hijriyah yang lalu. Didirikan oleh sekumpulan anak muda yang bernaung di bawah Yayasan Cinta Alam Indonesia, portal ini bertujuan berbagi informasi, cara serta pemikiran. Disamping itu, Generasi Sholeh juga diharapkan dapat membantu sesama generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang nantinya dapat dijadikan bekal dalam kehidupan.

Sasaran utama situs ini adalah mengajak anak muda untuk lebih peduli terhadap permasalahan sesamanya menyangkut hal agama, baik secara praktik maupun teori.

"Untuk itu konten yang kami siapkan kami buat seinformatif mungkin sehingga diharapkan mudah dimengerti dan diamalkan oleh anak-anak sampai dewasa," kata Zulkifli Abdillah, founder GenerasiSholeh.com, dikutip Femurku dari detikINET, Senin (20/6/2016).
Selamat bereksplorasi!

Dengan tagline "Sholehnya Generasi Emas Indonesia", portal ini menyediakan berbagai konten yang dikemas menarik khas anak muda.

Salah satunya adalah fitur 'Bukan Basa-basi' misalnya. Fitur ini berisi informasi ibadah sehari-hari yang sederhana namun memiliki hikmah yang luar biasa. Tentunya seluruh konten disertai dasar hukum yang shahih.

Lalu ada lagi fitur Live Curhat 'Somebody Ask Me'. Fitur ini ditujukan untuk menampung segala curhatan anak muda sampai orang dewasa. Kita bisa berinteraksi langsung dengan tim GenerasSholeh.com, berkonsultasi, tanpa dipungut biaya alias gratis. Fitur ini juga ditujukan agar anak muda lebih baik curhat kepada Allah daripada curhat di sosial media, yang mungkin hanya akan menjadi bahan tertawaan orang lain.

Bagi Anda yang ingin menambah wawasan keagamaan dalam balutan fresh dan menyenangkan, silakan berkunjung ke GenerasiSholeh.com. Konten-konten yang ada di dalamnya cocok bagi semua usia. (fem/fem)

sumber dan gambar: http://generasisholeh.com/

Share:

15 November 2018

[Kisah Sahabat Rasulullah] Salman Al Farisi (2-habis]

Sambungan dari kisah Salman Al Farisi

Sesudah lama berselang maka Nabi Saw berhijrah ke Yatsrib. Demi Allah saat itu aku sedang berada di atas pohon kurma tuanku sambil mengerjakan beberapa tugas. Tuanku saat itu sedang duduk di bawahnya ketika seorang sepupunya datang sambil mengatakan: “Semoga Allah membinasakan Bani Qailah*1). Demi Allah, mereka kini sedang berkumpul di Quba*2) untuk menyambut seorang pria yang datang dari mereka dan mengaku sebagai Nabi.

Begitu aku mendengar apa yang diucapkannya, maka aku seperti langsung demam dan aku menjadi terguncang. Sehingga aku khawatir akan jatuh menimpa tuanku. Aku segera turun dari pohon kurma, dan aku berkata kepada pria tadi: “Apa yang kau ucapkan?! Ceritakan kembali berita tadi kepadaku!!” Maka tuanku langsung emosi dan meninjuku dengan begitu keras. Ia berkata kepadaku: “Apa urusanmu dengan berita ini?! Kembalilah lagi untuk meneruskan pekerjaanmu!”
Share:

4 September 2018

[Kisah Sahabat Rasulullah] Salman Al Farisi (1)

Salman Al Farisi



“Kalau Saja Iman Berada di Bintang, Pasti Akan Dicapai Oleh Orang-Orang Ini” (Diucapkan Rasulullah Saw Sambil Meletakkan Tangannya pada Tubuh Salman)


Kisah kita kali ini adalah kisah seseorang yang berusaha mencari hakikat, mencari Allah Swt. Ini adalah kisah Salman Al Farisi ra.

Kita akan membiarkan Salman Al Farisi bercerita tentang kisahnya sendiri. Sebab saat mengalami kisah tersebut, perasaannya begitu hidup dan penyampaiannya akan terasa lebih jujur dan lengkap.

Salman berkata: “Aku adalah seorang pemuda dari Persia penduduk Isfahan*1) dari sebuah kampung yang akrab dikenal dengan Jayyan. Ayahku adalah kepala kampung dan merupakan orang yang paling kaya dan terhormat disana. Aku adalah manusia yang paling ia cintai sejak aku lahir. Kecintaannya semakin bertambah kepadaku hari demi hari sehingga ia mengurungku di dalam rumah karena merasa khawatir terhadapku. Aku dipingit seperti layaknya seorang gadis.

Dengan sungguh-sungguh aku menganut agama Majusi*2), sehingga aku ditunjuk sebagai penyala api yang kami sembah. Aku dipercaya untuk menyulutnya sehingga tidak boleh padam sesaat pun baik pada waktu malam maupun siang.

Ayahku memiliki sebuah lahan yang besar yang memberi kami hasil yang banyak. Ayah selalu mengawasinya, dan memetik hasilnya. Pada suatu ketika ayahku memiliki kesibukan lain sehingga ia tidak bisa datang ke lahannya. Ia berkata: “Wahai anakku, Aku ada kesibukan lain sehingga tidak bisa mengawasi perkebunan kita. Pergilah ke sana dan awasilah kebun kita hari ini sebagai penggantiku!” Aku pun berangkat untuk melihat kebun kami. Begitu aku sudah berada di sebuah jalan, aku melewati sebuah gereja kaum Nashrani. Aku mendengar suara mereka dari luar saat mereka sedang melakukan kebaktian. Hal itu telah menarik perhatianku.

***

Aku tidak pernah tahu sedikitpun tentang kaum Nashrani atau agama lainnya karena begitu lama ayah memingitku agar tidak berinteraksi sesama manusia. Saat aku mendengar mereka, aku pun masuk mendatangi mereka untuk melihat apa yang sedang mereka kerjakan.

Saat aku merenungi apa yang mereka lakukan, aku menjadi tertarik dengan kebaktian yang mereka laksanakan, dan aku ingin masuk ke dalam agama mereka. Aku berkata:

“Demi Allah, ini lebih baik dari agama yang kami anut. Demi Allah, aku tidak meninggalkan mereka hingga matahari terbenam. Aku tidak jadi ke kebun milik ayah. Lalu aku bertanya kepada mereka: “Darimana asal agama ini?” Mereka menjawab: “Dari negeri Syam.”

Begitu malam tiba, aku kembali ke rumah dan aku berjumpa dengan ayah yang menanyakan apa yang telah aku lakukan seharian. Aku menjawab: “Ayah, aku berjumpa dengan sekelompok manusia yang sedang melakukan kebaktian di gereja. Aku merasa tertarik begitu mengenal agama mereka. Aku terus bersama mereka hingga matahari terbenam.”

Ayahku langsung sengit dengan apa yang telah aku lakukan sambil berkata: “Hai anakku, dalam agama itu sedikitpun tidak ada kebaikan. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik dari agama itu!”

Aku menjawab: “Tidak. Demi Allah, agama mereka lebih baik dari agama kita.” Maka ayah menjadi khawatir akan apa yang telah aku katakan. Ia khawatir bila aku keluar dari agamaku. Ia memingitku lagi di dalam rumah dengan membuat sebuah ikatan pada kakiku.

Begitu aku memiliki kesempatan, maka aku pergi kepada kaum Nashrani dan aku berkata kepada mereka: “Jika ada rombongan yang datang kepada kalian hendak melakukan perjalanan ke negeri Syam, beritahukanlah kepadaku!”

Tidak lama berselang, maka datanglah sebuah rombongan kepada mereka yang akan menuju ke negeri Syam. Mereka lalu memberitahukan kepadaku hal tersebut. Aku lalu berusaha membuka ikatan kakiku sehingga terlepas. Lalu aku berangkat bersama mereka dengan mengendap-endap hingga kami akhirnya tiba di negeri Syam.

Begitu kami tiba di sana, aku bertanya: “Siapa orang yang paling utama dalam urusan agama ini?” Mereka menjawab: “Dialah Uskup*3) yang memimpin gereja.” Lalu aku mendatanginya sambil berkata: “Aku tertarik dengan agama Nashrani. Aku ingin mendampingi dan membantumu. Aku mau belajar darimu dan melakukan kebaktian bersama penganut Nashrani yang lainnya.”

Ia menjawab: “Masuklah!” dan akupun masuk ke dalam gereja mulai saat itu aku menjadi pembantunya.

Masa terus berlalu, hingga aku mengetahui bahwa orang tersebut sebenarnya adalah orang yang buruk. Ia pernah menyuruh para pengikutnya untuk membayar sedekah dan menjanjikan kepada mereka pahala yang akan mereka dapat jika mereka membayar sedekah tersebut di jalan Allah. Uskup tadi malah menyimpan uang tersebut untuk dirinya sendiri dan tidak pernah diberikan kepada kaum fakir dan miskin sedikitpun juga. Sehingga ia berhasil mengumpulkan 7 bejana besar emas.

Aku menjadi benci sekali saat melihatnya. Tidak lama kemudian ia mati dan orang-orang Nashrani berkumpul untuk menguburnya. Aku katakan kepada mereka: “Sahabat kalian ini adalah orang yang jahat. Ia pernah memerintahkan kalian untuk membayar sedekah dan menjanjikan kepada kalian pahala yang akan diterima. Begitu kalian membayarkannya, ia malah menyimpannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia tidak memberikannya kepada kaum miskin sedikitpun dari harta tersebut.”

Mereka bertanya: “Dari mana engkau tahu hal tersebut?” Aku jawab: “Aku akan menunjukkan kalian tempat penyimpanannya!”

Mereka berkata: “Ya, tunjukkanlah kepada kami!” Maka aku tunjukkan kepada mereka tempat penyimpanannya dan dari tempat tersebut mereka mengeluarkan 7 bejana besar yang dipenuhi dengan emas dan perak. Begitu mereka melihatnya mereka berkata: “Demi Allah, kami tidak akan menguburkannya!” Lalu mereka mensalibnya lalu melemparnya dengan batu.

Tidak lama setelah itu, mereka mengangkat seseorang untuk menggantikan posisinya. Maka akupun menjadi pendamping dan pembantunya. Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih zuhud darinya. Tidak ada seorangpun yang mengalahkannya dalam urusan akhirat. Tidak ada yang melewatinya dalam masalah ibadah sepanjang malam dan siang. Aku amat mencintainya. Aku tinggal bersamanya untuk beberapa lama. Saat ia menjelang ajal, aku bertanya kepadanya: “Ya fulan, kepada siapa kau akan mewasiatkan aku. Berilah nasehat kepadaku akan orang yang perlu aku ikuti setelah kau tiada?”

Ia menjawab: “Anakku, Aku tidak mengenal orang yang kau cari kecuali ada seorang yang tinggal di Mosul*4). Dia adalah orang yang tidak pernah membuat-buat dan tidak pernah mengganti agama. Maka carilah ia!”

Begitu sahabatku meninggal, maka aku mencari orang yang berada di Mosul tadi. Begitu aku berjumpa dengannya, aku menceritakan kisahku kepadanya. Aku katakan: “Si fulan berwasiat kepadaku menjelang wafatnya bahwa aku disuruh mencarimu. Ia mengatakan bahwa engkau adalah orang yang berpegang teguh dengan kebenaran.” Ia menjawab: “Tinggallah bersamaku!” Aku pun tinggal bersamanya dan aku mengenalnya sebagai sosok yang selalu benar.

Namun tidak lama kemudian, ajalnya tiba. Akupun berkata kepadanya: “Ya fulan, engkau mengetahui bahwa ketentuan Allah akan berlaku pada dirimu dan engkau mengetahui kondisi diriku. Kepada siapa kau mewasiatkan aku? Siapakah yang harus aku ikuti nanti?”

Ia menjawab: “Wahai anakku, Demi Allah aku tidak mengetahui manusia yang beragama seperti kita ini kecuali ada seseorang di Nasibin*5). Dia adalah fulan, maka carilah dia!”

Begitu ia dikuburkan, aku pergi mencari orang yang tinggal di Nasibin. Kepadanya aku ceritakan kisahku dan apa yang diperintahkan sahabatku tadi kepadaku. Lalu ia berkata: “Tinggalah bersama kami!” Maka akupun tinggal bersamanya. Dia adalah orang baik seperti kedua sahabatnya tadi. Demi Allah, kematian akhirnya berlaku juga pada dirinya. Begitu ajalnya tiba aku bertanya kepadanya: “Engkau tahu bagaimana kondisiku. Kepada siapa engkau hendak mewasiatkan aku?”

Ia menjawab: “Hai Anakku, Demi Allah aku tidak mengetahui manusia yang beragama seperti kita ini kecuali ada seseorang di Amuriyah. Dia adalah fulan, maka carilah dia!” Aku pun mencarinya dan aku ceritakan padanya kisahku. Ia pun berkata: “Tinggallah bersamaku... Aku pun tinggal bersama seorang pria yang demi Allah menganut agama yang sama dengan para sahabatnya tadi. Selama aku tinggal bersamanya aku berhasil memiliki banyak sapi dan kambing.

Lalu ia pun wafat menyusul para sahabatnya. Begitu ajal tiba, aku bertanya kepadanya: “Engkau tahu kondisiku, lalu kepada siapa kau mewasiatkan aku? Apa yang ingin aku perbuat?”

Ia menjawab: “Anakku, demi Allah aku tidak mengetahui adanya seseorang yang masih menganut agama yang kita ikuti. Akan tetapi sebentar lagi akan muncul di tanah Arab seorang Nabi yang di utus dengan membawa agama Ibrahim. Kemudian ia berhijrah dari negerinya ke sebuah negeri yang memiliki banyak pohon kurma di antar dua buah lembah berbatu. Dia memiliki tanda-tanda yang jelas. Ia menerima hadiah dan menolak sedekah. Di antara kedua pundaknya terdapat tanda kenabian. Jika kau mampu datang ke negeri tersebut, maka lakukanlah!”

Kemudian ajal menjemputnya. Setelah ia wafat, aku masih tinggal di Amuriyah beberapa lama hingga sekelompok pedagang Arab dari kabilah Kalb datang.

Aku katakan kepada mereka: “Jika kau membawaku ke tanah Arab, maka aku akan memberikan semua sapi dan kambingku ini!” Mereka menjawab: “Baik, kami akan membawamu!” Maka aku berikan semua hewan ternakku kepada mereka, dan mereka membawaku hingga kami tiba di Wadi Al Qura*6). Sesampai di sana mereka mengkhianatiku dan menjualku kepada seorang Yahudi. Maka akupun menjadi pembantunya.

Tidak lama kemudian ada sepupu majikanku dari Bani Quraidzah yang mengunjunginya dan ia pun membeliku darinya. Ia membawaku ke Yatsrib, dan aku melihat di sana pepohonan kurma seperti yang diceritakan oleh sahabatku di Amuriyah. Aku tersadar bahwa ini adalah Madinah yang ia gambarkan itu. Lalu aku pun tinggal di sana bersamanya.

Saat itu, Nabi Saw sedang berdakwah kepada kaumnya di Mekkah. Akan tetapi aku tidak pernah mengetahui kabar Beliau karena aku sibuk dengan tugasku sebagai seorang budak.
(bersmbung ke https://femurku.blogspot.com/2018/11/kisah-sahabat-rasulullah-salman-al.html)


*******************************

*1) Isfahan adalah sebuah kota di Iran tengah. Terletak di antara Teheran dan Syairaz
*2) Sebuah agama dimana para penganutnya menyembah api atau matahari
*3) Sebuah jabatan bagi tokoh agama Nashrani di atas pendeta dan di bawah Paus.
*4) Sebuah kota tua yang terletak dekat sungai Dajlah di Irak.
*5) Sebuah kota yang sering dilintasi oleh para kafilah dari kota Mosul menuju Syam. Jaraknya 6 hari perjalanan dari Mosul
*6) Sebuah lembah yang terletak antara Madinah dan Syam, dan dia lebih dekat ke Madinah
Share:

Tulisan Populer

KataKata

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib)

FEMURKU. Diberdayakan oleh Blogger.