Berbagi informasi, tips, cerita, pengetahuan, harapan, ide, dan lainnya.

Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan

18 Juni 2025

Cara Cetak KK Bagi Warga Banyumas

       


        Untuk mencetak Kartu Keluarga (KK) di Banyumas, Anda bisa melakukannya secara online melalui website resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, yaitu Gratiskabeh. Anda juga bisa mengajukan permohonan secara langsung ke kantor Dindukcapil atau melalui layanan di tingkat desa/kelurahan. 

        Cara Cetak KK Online (Gratiskabeh):

  1. Akses Website Gratiskabeh: Buka laman Gratiskabeh.
  2. Buat Akun: Jika belum punya akun, daftar terlebih dahulu dengan melengkapi data diri seperti NIK, nama lengkap, jenis kelamin, nomor HP, email, dan membuat password. 
  3. Verifikasi Akun: Jika Anda belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD), Anda perlu mengaktifkannya terlebih dahulu di kantor desa/kelurahan, Mal Pelayanan Publik, kantor kecamatan, atau Dindukcapil Banyumas. 
  4. Ajukan Permohonan: Setelah akun terverifikasi, ajukan permohonan pencetakan KK dengan mengisi data yang diperlukan dan mengunggah dokumen persyaratan yang diminta dalam format digital (PDF, JPG, JPEG, PNG). 
  5. Pantau Proses: Lakukan pengecekan berkala untuk mengetahui status permohonan Anda. 
  6. Cetak KK: Setelah permohonan disetujui, Anda bisa mengunduh dan mencetak KK dari akun Anda. 

Cara Cetak KK Offline (Kantor Dindukcapil atau Desa/Kelurahan):

  1. Kunjungi Kantor: Datangi kantor Dindukcapil atau kantor desa/kelurahan setempat. 
  2. Ambil Formulir: Minta dan isi formulir permohonan pencetakan KK yang tersedia. 
  3. Lengkapi Persyaratan: Siapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan, seperti surat pengantar RT/RW, surat pengantar desa/kelurahan, KK lama (jika ada), fotokopi dokumen kependudukan, dan lain-lain. 
  4. Serahkan Berkas: Serahkan formulir dan dokumen persyaratan ke petugas. 
  5. Proses Pencetakan: Petugas akan memproses permohonan Anda dan mencetak KK. 
  6. Ambil KK: Setelah selesai, Anda bisa mengambil KK yang sudah dicetak. 

Penting:

- Pastikan data yang Anda berikan saat mengajukan permohonan online atau offline sudah benar dan sesuai dengan dokumen kependudukan Anda. 

- Pelayanan pencetakan KK tidak dipungut biaya. 

- Untuk informasi lebih detail mengenai persyaratan dan prosedur, Anda bisa mengunjungi situs resmi Dindukcapil Banyumas. 


=======

Sumber :
Dukcapil Banyumas

Tempo.co

Sinarmas.com

Share:

10 Mei 2019

Delivery Order Sahur

Delivery Order Buka Puasa dan Sahur Area Dukuhwaluh Purwokerto

Delivery order (DO) sudah sangat melekat di berbagai bidang bisnis. Mulai dari usaha makanan, sembako, hingga usaha mendapatkan pasangan. Halahh.

Coba bayangkan, semua dagangan sekarang bisa DO. Tempo dulu delivery order hanya sebatas pada bisnis makanan, misal; nasi ayam, nasi padang, nasi uduk, nasi goreng, mie ayam. Namun sekarang segala jenis bisnis membuka layanan DO tersebut. Layanan jasa pun sekarang sudah menerapkan sistem DO. Ambil contoh, Go-Jek. Layanan Ojek Online ini bahkan menerima orderan antar jemput dokumen, makanan, dan tentu saja penumpang.

Saya sebagai orang yang tergolong 'sering' malas pergi jauh, cukup terbantu dengan berbagai layanan delivery order ini. Selain efesiensi waktu, ternyata dari segi biaya juga tidak terlalu mahal. Ya kecuali kalau memang perjalanan jauuuh; pesan kurma ke Arab! Hahay....

Nah, saya punya teman yang membuka usaha warung makanan. Menunya cukup bervariasi, ada; nasi goreng/rebus, mie jawa goreng/rebus, kwetiau, capcay, nasi telur, dan lain-lain. Sebenarnya dalam menu yang ditawarkan teman saya tidak terlalu berbeda dengan warung (nasgor) yang lainnya. Yang membuat unggul adalah layanan delivery order hingga pukul 23.59 WIB, alias sampai tengah malam.
Coba cari di sekitar Anda, banyak atau tidak penjual makanan yang membuka DO hingga selarut itu? Mungkin tidak terlalu banyak deh. Ya memang sih, kawan saya ini membuka layanan DO hanya di seputaran Universitas Muhammadiyah Purwokerto saja. Namun memasuki bulan ke enam dia menggeluti bisnis tersebut, sekitar 35% mahasiswa/i yang berdomisili di sekitarnya sudah menjadi pelanggan tetap. Belum lagi masyarakat umum yang kerap ikut membeli.

Dari prosentase pelanggan, rata-rata pernah menggunakan layanan delivery order lho. Bahkan ada yang rutin dan seperti terjadwal. Ada yang selalu pesan pukul 7 malam, ada yang bisa dipastikan pukul 9 malam. Ada juga nih, yang konsisten pesan di atas pukul 11 malam. Karakter pelanggan yang beragam dalam hal waktu makan, menjadikan warung teman saya seolah mesin otomatis. Huhuhu. Rezeki memang sudah diatur gan!

Ya memang tak bisa disangkal, kalau setiap pekerjaan pasti memiliki risiko. Apalagi teman saya hanya berdua dalam menjalankan usahanya. Lelah, panas, panik, kalang-kabut, semua itu sudah menjadi "makanan" sehari-hari. Walaupun jam kerja warung tersebut dimulai menjelang petang atau sekitar pukul 18.00.

Dalam momentum bulan Ramadhan tahun ini, warung teman saya buka seperti biasa. Bedanya, dia menambah layanan delivery order sampai waktu sahur tiba. Amazing!

Seperti yang terjadi malam ini, pesanan untuk sahur sudah mulai masuk di sms center warung. Ahay.....
Waktunya juga beragam, ada yang pukul 03.00, ada yang pukul 03.15, ada juga yang 03.30. Indah sekali bukan? Semua terlihat bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa! Xixixixi...

Dan sebagai penutup, ada satu fakta lagi yang harus saya sampaikan. Bahwa, malam ini hujan deras di sekitar Desa Dukuhwaluh dan Ledug - Purwokerto. Namun, delivery order tetap bergelora. Bahkan hingga saat ini, pukul 23.06 WIB. Sekalian sahur kah? Buka puasa yang tertunda kah? Atau memang kebiasaan makan kah? Entahlah, mungkin seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Djoko Damono).
Hahay....
Selamat malam hujan.

Note:

Warung "DMH"
Perum Griya Tegal Sari Indah (GTSI)
Jalan Anggrek Blok Z.7
Ledug - Purwokerto.
Order: 08560058902893
Share:

11 Agustus 2016

Sekilas Profil Ahmad Tohari

Novel, cerpen, puisi karya Ahmad Tohari
Berikut biodata Ahmad Tohari, dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia.
Ahmad Tohari, (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948; umur 68 tahun) adalah sastrawan dan budayawan berkebangsaan Indonesia. Ia menamatkan SMA di Purwokerto. Karya monumentalnya, Ronggeng Dukuh Paruk, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari. Ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976). Tulisan-tulisannya berisi gagasan kebudayaan dimuat di berbagai media massa. Ia juga menjadi pembicara di berbagai diskusi/seminar kebudayaan.
Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka, majalah Keluarga dan majalah Amanah, semuanya di Jakarta. Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan pesantren ini telah melahirkan novel dan kumpulan cerita pendek. Beberapa karya fiksinya antara lain trilogi Ronggeng Dukuh Paruk telah terbit dalam edisi Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris. Tahun 1990 pengarang yang punya hobi mancing ini mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat dan memperoleh penghargaan The Fellow of The University of Iowa. 
Ahmad Tohari Sastrawan Indonesia Banyumas
Foto: jogjanews.com
Ronggeng Dukuh Paruk, novel yang diterbitkan tahun 1982 berkisah tentang pergulatan penari tayub di dusun kecil, Dukuh Paruk pada masa pergolakan komunis. Karyanya ini dianggap kekiri-kirian oleh pemerintah Orde Baru, sehingga Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya Tohari menghubungi sahabatnya Gus Dur, dan akhirnya terbebas dari intimidasi dan jerat hukum. 
Bagian ketiga trilogi, berjudul Jantera Bianglala, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan cuplikannya dimuat dalam Jurnal Manoa edisi Silenced Voices terbitan Honolulu University tahun 2000, termasuk bagian yang disensor dan tidak dimuat dalam edisi bahasa Indonesia. 
Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Dancer oleh Rene T.A. Lysloff. Trilogi ini juga difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah dengan judul Sang Penari (2011). Tohari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pembuat film Sang Penari, dan berujar ini akan jadi dokumentasi visual yang menarik versi rakyat, bukan versi kota sebagaimana dalam film-film sebelumnya. [6]Pada bulan Desember 2011, Ahmad Tohari mengungkapkan bahwa dirinya berencana untuk melanjutkan Triloginya menjadi Tetralogi dengan membuat satu novel lagi. 

Kumpulan karya Ahmad Tohari

  • Kubah (novel, 1980)
  • Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk
  • Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
  • Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
  • Jantera Bianglala (novel, 1986)
  • Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
  • Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
  • Bekisar Merah (novel, 1993)
  • Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
  • Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
  • Belantik (novel, 2001)
  • Orang Orang Proyek (novel, 2002)
  • Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
  • Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006)
Rujukan: Wikipedia
Share:

1 Juli 2016

Contoh Adaptasi Naskah: Jasa-Jasa Buat Sanwirya, karya Ahmad Tohari

Contoh Adaptasi Naskah Drama Cerpen Jasa-jasa Buat Sanwirya karya Ahmad Tohari

Di atas sehelai tikar Sanwirya terbaring sambil mengaduh kesakitan. Di sampingnya tergeletak dua buah pongkor pecah dan niranya tertumpah habis. Disebelah kiri didampingi Ranti, Aku, dan Sampir. Ranti dan Aku membukakan ikat pinggang Sanwirya, Waras melekatkan telinganya ke dada Sanwirya. Lonceng berdentang sekitar lima kali. Lampu menyala di tempat pembaringan Sanwirya. Dukun datang, Ranti, Aku, Sampir, Waras keluar dari pembaringan Sanwirya. Tak lama kemudian lampu berpindah ke tempat lain yaitu di atas lincak.

Sampir : Jadi kawan-kawan kita sudah sepakat sama-sama merasa kasihan pada Sanwirya. Begitu?
Aku : Paling tidak itu lebih lumayan daripada bertengkar.
Ranti : Syukur! Marilah. Ada banyak cara untuk merasa kasihan kepada penderes itu Menyobek kaus yang sedang kupakai untuk membalut luka Sanwirya adalah sejenis rasa kasihan yang telah kulakukan. Oh, jangan tergesa-gesa, kita akan menentukan lebih dahulu demi apa rasa kasihan itu kita adakan.
Waras : Apa kataku! Yang seorang ini akan mulai dengan yang sulit-sulit. Kalau kau masih berbicara tentang aku akan lebih tertarik pada serabi.

Sanwirya mengerang, Aku mengintip. Lampu menyala di pembaringan Sanwirya, Nyai Sanwirya memegangi tengkuk suaminya. Air matanya menetes pada hidungnya, lampu padam dan terang ditempat keempat orang tadi. Sampir meluruskan punggungnya lalu mengatur duduk dengan mantap

Sampir : Baik kalau itu menyulitkan kita singkirkan saja. Yang pertama-tama harus kita selenggarakan adalah makanan untuk keluarga Sanwirya. Siapa yang mengetahui ada peladang sedang mencabuti ubi kayu?
Waras : Kau menyuruh kami meminta ubi kayu? Tak mungkin! Musim ini semua orang hanya menanam ubi estepe sebab celeng dan monyet tak mau menyukainya. Kita takkan memberi makan Sanwirya dengan ubi beracun itu.
Ranti : Dengar! Yang berminat mencari makanan buat Sanwirya boleh datang ke lumbung Aku : Tapi hanya desa. Atas nama penderes itu kita mengajukan pinjaman padi secukupnya.
Aku : Tapi hanya desa. Atas nama penderes itu kita mengajukan pinjaman padi secukupnya.
penggarap-penggarap sawah saja yang boleh mendapat pinjaman. Sanwirya tidak menggarap apa-apa kecuali pongkor dan arit.
Waras : Jelaskah Sanwirya tak mungkin mendapat pinjaman?
Aku : Pasti!
Sampir : Itulah. Maka harus ada demi. Jadi, kita dapat berkata demi anu Sanwirya harus mendapat pinjaman padi. Meski ia tak menggarap sawah. Apa katamu Waras?

Setelah semuanya terdiam lampu padam, lalu menyala di pembaringan Sanwirya. Rintihan Sanwirya terdengar kembali. Sekarang suaranya datang dari pangkal tenggorokannya. Dukun melumuri tubuh si sakit denganair kunyit. Nyai Sanwirya duduk di kaki suaminya. Menangis dan hidungnya merah. Lampu padam dan perlahan menyala di tempat kempat orang tadi berbincang-bincang.

Waras : Pokoknya aku setuju kalau Sanwirya diberi pinjaman. Kelihatannya lumbung desa itu bukan tempat yang memalukan buat minta kasihan.
Sampir : Itu berarti waras telah sepakat. Catat Ranti! Satu rencan telah kita setujui. Selanjutnya saya bermaksud menjual jaketku sebagai upah dukun. Siapa yang akan menutupi kekurangannya.
Ranti : Tunggu Sampir. Biarkan jaketmu tetap di situ. Bila kau bertelanjang dada siapa yang akan mengurusi bengekmu?
Waras :Kita akan menemui tengkulak yang biasa menerima gula Sanwirya. Kukira takkan sulit meminjam sembilan puluh rupiah darinya.
Sampir : Maksudmu agar Sanwirya nanti mengangsurnya? Pikiran yang bagus. Kalau semua sudah tidak keberatan kuminta Ranti menambah catatan! Satu lagi rencana jasa. Mudah-mudahan penderes itu takkan kesulitan mencari cara berterima kasih pada kita.

Lampu berpindah keruang Sanwirya terbaring. Ia batuk dan muntah, dukun menyilangkan tangan di dadanya, Nyai Sanwirya menggigil. Lampu kembali menyala di tempat keempat orang itu. Aku mengintip. Tak ada yang bersuara. Sampir menyalakan rokok, tapi direbut Waras. Sampir tampak tenang, ia menepuk dahinya sendiri.
Sampir :Satu perkara yang lebih besar ialah bagaimana melindungi Sanwirya. Maksudku agar ia tak ditipu dua ons tiap kali menimbang gulanya. Agar dia dapat bertahan bila tengkulak menentukan harga gula terlalu rendah. Pokoknya agar harga gula tidak lagi menjadi pertanyaan yang mengerikan!
Waras : Berhenti, Bung mau bicara soal koperasi! Tunggu Sampir, aku mau menanyakan selain kepadamu apakah kesepakatan kita masih perlu berkepanjangan?
Sampir : Tidak heran, semacam Waras pasti akan selamat bangun tidur padaku. Kau pasti akan mengatakan semua ini omong kosong. Iya apa tidak?

Warasm enatap mata Sampir sebentar, lalu menoleh padaku. Ranti tertawa pelan. Terdengar lagi keluhan panjang dari bilik Sanwirya.

Sampir : Akan kita buktikan siapa diantara kita yang tidak kehilangan separo akal sehat. Dan kau Waras bisa meninggalkan lincak ini bila mau!
Ranti : Bukan begitu. Sebaiknya diantara kita ada penyabar-penyabar. Maksudku agar kita memberi kesempatan pada siapa yang akan membuktikan dirinya tidak kehilangan akal sehat.
Waras : Aku mengerti itu
Sampir :Nah begitu! Kita akan menunjukkan diri kita sebagai si putus asa sesudah bergelandang selama tujuh tahun. Setuju?
Waras :Ya, Sampir! Kata-kataku saya ganti. Aku tidak lagi mengatakan omong kosong. Kukatakan sekarang pikiranmu mirip ide adikku yang baru dipelonco. Tidak marah?
Sampir :Hm. Sebuah koperasi berarti bagi Sanwirya adalah kesempatan berganti kain sarung. Dan itu telah kita sepakati. Satu lagi jasa buat Sanwirya. Catat Ranti!

Lima anak kecil memandang Sampir yang terbahak. Mereka tidak menutupi kemaluannya masing-masing. Di atas pundak mereka ada seikat ranting bambu untuk memasak nira. Waras mengusir mereka.

Waras :Dengar Sampir, kau harus menyetujui kata-kataku ini. Bahwa jasa-jasa buat Sanwirya seharusnya bukan merupakan hal yang tanggung. Semuanya baru memadai bila Sanwirya sudah memegang polis asuransi jiwa. Sebab semua penderes semestinya mati bila jatuh dari pohon kelapa. Sehingga akan terdengar suara semacam ini. Seorang penderes semacam Sanwirya telah menggantungkan nyawanya hingga bila ia jatuh dan mati, istrinya takkan kesukaran mencari kain kafan. Merdu mana dengan gamelan degung kedengarannya?
Sampir :Hore hore! (berteriak). Sekarang percuma memberi gelar pemuda onani pada Waras. Ia hebat. Hore hore!
Ranti :Sampir kau tak boleh membunuh Sanwirya dengan cara melolong seperti itu (berbisik).
Sampir :Oh maaf. Tapi pikiran Waras itu sangat patut. asuransi adalah tepat untuk perlindungan Sanwirya.
Ranti : Tapi kita tentukan dulu berapa harga yang pantas untuk nyawa penderes itu.
Waras :Bahkan itu terlalu tergesa-gesa. Kita buktikan dulu apakah tubuh Sanwirya juga digerakkan oleh nyawa. Kalau benar nyawa kelas berapakah miliknya itu. Baru kita tentukan premi asuransinya.

Semua terdiam. Sampir menahan kagetnya lalu menatap Waras. Yang habis berbicara itu hanya mengangguk-ngangguk. Nyai Sanwirya mengisak dan meratap dengan panjang. Ranti memegangi lenganku dan menggigil ketika tiba-tiba Nyai Sanwirya menjatuhkan diri di depan kami.

Nyai Sanwirya : Oalah Pangeran...oalah Gusti....
Sampir : Tenanglah Nyai, tenang. Kami belum pergi dari sini karena kami sudah sepakat akan mengasihi suamimu. Kami sedang merencanakan banyak jasa untuk menolong kalian.
Nyai Sanwirya : Menolong? Oalah gusti...menolong?
Sampir : Iya. Kalian tak suka kelaparan bukan?
Nyai Sanwirya :Itukah sebabnya kalian mencarikan pinjaman ke lumbung desa dan ketengkulak? Oalah Pangeran...jangan lakukan itu. Wanti-wanti jangan. Kami tak takkan lebih senang dengan pinjaman-pinjaman itu. Kami tak pernah mempunyai persoalan yang namanya lapar! Dan Gusti Pangeran..., tadi kalian ramai-ramai mau menentukan harga nyawa Kang Sanwirya? Mengharapkan dia cepat mati? Oalah...oalah....
Sampir : Itu benar.
Nyai Sanwirya :Oalah Gusti...panggilkan modin...Kang Sanwirya hampir ajal

Kami berempat mengintip ke dalam. Lampu terang di pembaringannya Sanwirya. Dukun sedang menyilangkan tangan Sanwirya lalu mengusap kelopak matanya agar tertutup. Lampu menyala di tempat mereka berempat. Sampir menjadi sangat pucat. Ia hedak lari dan kupegangi lehernya.

Aku :Kau Sampir! Ada jasa yang masih dapat kau lakukan. Turuti permintaan Nyai Sanwirya memanggil Modin!

Sampir lari ke sana. Di bawah pohon manngis dia jatuh tersandung pongkor, bangun dan lari.
Share:

14 Oktober 2015

12 Warga Cilongok Terkatung-Katung di Kaltim

BANYUMAS- Sedikitnya 12 warga Kecamatan Cilongok yaitu   dari Desa Sambirata, Cipete dan Rancamaya “terjebak”  di pulau Kalimantan. Mereka tidak bisa kembali pulang  setelah sebulan tidak ada kejelasan tentang pekerjaan.
Saat ini, mereka  menunggu bantuan karena semua bekal yang dibawa dari rumah sudah habis termasuk uang saku.
Share:

16 Mei 2015

[Rancamaya Dalam Berita] Nira Satria Harumkan Banyumas lewat Gula Kristal

MENYERAP produk gula kristal dari 1.074 penderes gula kelapa di Banyumas. Mengharumkan nama Banyumas sebagai penghasil gula kristal organik berkualitas ke Jerman, Eropa, Amerika dan China. Itulah yang kini dilakukan Koperasi Petani Gula Kelapa Nira Satria Banyumas yang bermarkas di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok.
Share:

[Rancamaya Dalam Berita] Sejarah Perjalanan Islam di Grumbul Puja

Desa Dawuhanwetan khususnya grumbul Puja dulunya terkenal angker/wingit karena banyaknya masyarakat yang memiliki kesaktian yang didapat dengan cara sesat. Masyarakat dukuh puja waktu itu belum mengenal agama Islam, Nama Grumbul yang diambil dari nama orang yang pertama kali membuka pemukiman yang bernama Mbah Sela Puja ini mulai mengenal Islam berkat dakwah yang dilakukan oleh Eyang Mudofir dan Eyang Sutirah. Dalam melaksanakan dakwahnya beliau memperkarsai berdirinya mushola pertama kali di Dukuh Puja.

Pada Tahun 1979 seorang pemuda bernama Afif Saheri dari Desa Rancamaya Kec. Cilongok datang melamar seorang gadis bernama Siti Mariyah binti Chaerudin. Setelah resmi menikah dan tinggal di Desa Dawuhanwetan beliau mengikuti jejak Eyang Mudofir dengan mengadakan pengajian rutin dan mendirikan Tarbiyatul Hija’i,
Share:

[Rancamaya Dalam Berita] Kisah dalam Kecelakaan Kereta Api Bengawan - Th.2007

Penumpang Gerbong Keempat yang Selamat dari Kecelakaan KA Bengawan

Gadis Penuntun Itu Tinggalkan Ayah Ibu Buta
Musibah KA Senja Bengawan yang anjlok di Cilongok, Banyumas, Senin malam menyisakan duka mendalam bagi para penumpang yang rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Inilah kisah sebagian di antara mereka.

DENI NURINDRAGANI, Solo

Pasangan tunanetra Chaeruddin, 26, dan Tri Wahyutri, 30, adalah suami istri yang selamat sekaligus sangat terpukul dalam kecelakaan KA Senja Bengawan kemarin. Selain keinginan mereka untuk kembali menjadi tukang pijat di Tangerang, Provinsi Banten, batal, kecelakaan itu merenggut putri semata wayangnya, Diana Evika Kurniawati, 3.
Share:

[Rancamaya Dalam Berita] Kereta Api Eksekutif Taksaka Anjlok di Banyumas - Th.2002

Kereta Api Eksekutif Taksaka Anjlok di Banyumas
19 November 2002

TEMPO Interaktif, Banyumas:Kereta Api eksekutif Taksaka jurusan Yogyakarta-Gambir anjlok di KM 338+3 Desa Rancamaya, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (19/11), pukul 01.05 WIB. Akibatnya, perjalanan kereta melalui jalur selatan sempat mengalami kemacetan sekitar empat jam.

Share:

14 Maret 2015

10 Maret 2015

Coba Kabur, Perampok Alfamart Padamara Didor

PURBALINGGA, suaramerdeka - Enam hari melakukan penyelidikan, Selasa (10/3) dini hari, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga akhirnya berhasil menangkap dua pelaku perampokan minimarket Alfamart Padamara di Jalan Raya Padamara, Desa/Kecamatan Padamara yang terjadi pada Rabu (4/3) dini hari.

Keduanya adalah
Share:

8 Maret 2015

Begal Beraksi di Sumbang-Banyumas

Begal Kembali Beraksi
Sumber : Suara Merdeka

BANYUMAS- Aksi pembegalan di jalan raya Raya Sumbang-Gandatapa menelan korban jiwa, kemarin. Rusiah (55) warga Desa Gandatapa RT 4 RW VI, Kecamatan Sumbang, tewas dengan luka berat di kepala, karena terjatuh dari motornya. Berdasar informasi yang dihimpun Suara Merdeka di lokasi kejadian, Rusiah berencana berbelanja ke pasar bersama anaknya, Tumini (30) serta cucunya bernama Hilal Aziz (6 bulan). Rusiah membonceng motor Yamah Mio R-4960-NG sambil menggendong cucunya.

Sampai di lokasi kejadian yang tidak jauh dari rumahnya, tiba-tiba dipepet pengendara motor Yamaha Vixion. Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut langsung menarik kalung yang digunakan Tumini dan menendang motor korban hingga terjatuh. Pelaku langsung tancap gas menuju arah selatan (Sumbang). Melihat ibunya tersungkur, Tumini berteriak meminta pertolongan warga.
Share:

5 Maret 2015

Alfamart Padamara Dirampok

PADAMARA – Minimarket Alfamart Padamara di Jalan Raya Padamara Desa/Kecamatan Padamara disatroni perampok bersenjata tajam, Rabu (4/3) dini hari.

Uang dan puluhan slop rokok berbagai merek serta telepon genggam milik kasir dibawa kabur. Menurut saksi mata, Miftahudin (21), warga RT 5 RW3, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, kasir minimarket tersebut, malam itu sekitar pukul 00.30, dua orang yang berboncengan Yamaha Mio warna silver datang dan memarkirkan motornya di halaman minimarket. Seorang turun dan seorang lagi menunggu di luar. ”Ternyata begitu di dalam, orang tersebut menodongkan golok ke saya. Saya yang ketakutan kemudian digiring dan disuruh masuk ke gudang,” ujarnya kepada polisi.
Share:

19 Desember 2014

[Kilas Prestasi] Siswi Kelas V SD Negeri Rancamaya 1 Juara Pertama Lomba Cipta Syair Apresiasi Sastra

Siswi Kelas V SD Negeri 1 Banyumas Juara Pertama Lomba Cipta Syair Apresiasi Sastra Tingkat SD


Jakarta -- Rasa takjub dan tak menyangka tampak jelas di wajah manis gadis dari Banyumas ini, ketika namanya disebut oleh pembawa acara sebagai Juara 1 Lomba Cipta Syair Apresiasi Sastra Siswa  SD yang diumumkan di Kantor Kemendikbud, Kamis (6/11/2014). Siswi Kelas V SDN 1 Rancamaya, Banyumas, Jawa Tengah tersebut bernama Puput Maulida yang akrab disapa Puput.
Share:

19 Oktober 2014

12 Februari 2013

Bupati Banyumas dari Masa ke Masa

Banyumas
Berawal dari Joko Kahiman yang di juluki adipati mrapat yang dinobatkan sebagai bupati pertama banyumas dengan kebijakan serta sifat kesatria membagi wilayah kekuasaan wirasaba pada saat itu menjadi 4 wilayah yaitu Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara.

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan HadiwijayaR. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.

Kisahnya pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalah pahaman dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo. sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian, salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII. Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.

Kemudian, sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.
1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.
2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.
3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.
4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.

Perkembangan Banyumas semakin jelas saat kepemimpinan Joko Kaiman yang dekat dengan rakyat. ia justru meleburkan gelar raden untuk masyarakat. hal inilah yang menjadikan beliau dekat dengan wong cilik. kebanyakan keturunan darah biru yang masuk di banyumas akan menanggalkan gelar raden, mereka lebih nyaman dengan tidak ada perbedaan status sosial di masyarakat banyumas.
Eyang kaiman sendiri merupakan sosok kesatria yang bijak dan sangat sederhana. dalam membangun kekuasaanya selalu menampilkan kesederhanaan. terlihat saat pembuatan pendopo yang pertama di banyumas. sebelumnya terletak di sebelah barat yaitu tepatnya di kalisube namun seiring dengan perkembangan kepemimpinan dipindah ke lokasi pendopo duplikat si panji seperti sekarang ini.

Siapa saja yang pernah memimpin banyumas, berikut daftar bupati banyumas dari masa ke masa?

1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 – 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 – 1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) >> diangkat Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 – 1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 – 1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)
Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913 – 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 – 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 – 1953)
21. R. Budiman (1953 -1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 – 01 – 1957 / 15 – 12 – 1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15 – 12 – 1957 / 1960)
24. R. Subagio (1960 -1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 – 1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 – 2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 – 2013)
31. Ir. H. Ahmad Husein (2013 - 2018)

Siapapun bupati banyumas berikutnya, semoga membawa perubahan yang lebih baik untuk banyumas. seperti candra atau surya sengkala banyumas yaitu “BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJAyang berarti “KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN”. Gunakan suara anda untuk banyumas yang lebih baik. salam hangat dari desa. :-)
Share:

Tulisan Populer

KataKata

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib)

FEMURKU. Diberdayakan oleh Blogger.