Tips Memberi Nama Untuk Bayi
Bagi pasangan yang baru saja memperoleh momongan memang rasanya pasti sangat membahagiakan. Rasanya telah lengkap manisnya hidup dalam membina rumah tangga. Namun seringkali para orang tua bingung ketika hendak memberi nama buah hati mereka.
Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memberi nama yang bagus. Belum lagi ada banyak usulan nama dari orang-orang terdekat. Berikut ini tips untuk ayah dan bunda dalam member nama kepada sang buah hati.
Pilih nama sesuai dengan jenis kelamin
Iya lah. Masa sih tega memberi nama bayi perempuannya dengan nama "Slamet", "Bagus", "Gunawan". Biarpun bermakna bagus, tapi sangat tidak cocok. Pilihlah nama-nama perempuan yang bagus, seperti "Annisa", "Indah", "Cantika", dan lain sebagainya. Ada satu nama lagi yang bagus, tetapi kadang mempuyai konotasi negatif, yaitu "Bunga" ataupun "Mawar". Karena dua nama tersebut sering digunakan untuk menyamarkan identitas korban kekerasan! Huhuhuhu
Nama tidak terlalu panjang
Pada masa sekarang, para orang tua seolah berlomba untuk memberi nama yang panjang. Hal ini tentu saja tidak dilarang, namun berpotensi meyusahkan di masa yang akan datang. Contoh nama yang panjang; Ayudia Wulandari Rara Kusumaningrum, atau Putra Perwira Laksamana Raja Di Laut. Coba bayangkan jika sang anak mengikuti ujian, mungkin waktunya banyak tersita untuk menuliskan namanya saja. Jadi lebih baik memberi nama dengan sedikit suku kata. Contoh; Luna Maya, Arie Untung, Bejo Tenan, Ayu Dewe. Dll
Tidak memberi nama anak dengan ejaan yang rumit
Banyak kita jumpai nama-nama anak zaman sekarang yang sangat susah dieja. Contoh; Azzarotul Mayzsa, Krytzi Fienasari, Adam Morscha, dll. Kadang anak sendiri kesulitan untuk menyebutkan namanya.
Nama tidak harus sesuai dengan tanggal, bulan, atau pun hari kelahirannya
Banyak orang tua yang memberi nama anaknya sesuai dengan waktu kelahirannya. Jika kebetulan waktunya pas dengan singkatannya sih bagus, contoh; Hardiknas, Idul Fitri, Tunisia (Sabtu Manis). Nah itu malah keren dan unik. Namun tak jarang yang memaksakan, contoh; Bokli (Lahirnya rabu kliwon).
Niatkan nama adalah doa
Berilah nama dengan harapan kelak si anak tumbuh menjadi orang yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa, negara, agama, dan orang tuanya.
Semoga menginspirasi

0 komentar:
Posting Komentar