Berbagi informasi, tips, cerita, pengetahuan, harapan, ide, dan lainnya.

22 Agustus 2014

Efek Mengoplos (Mencampur) Premium dan Pertamax

Pasti banyak dari kita (termasuk saya) bertanya-tanya, "apa sih efek atau bahaya jika mencampurkan antara premium dan pertamax" bukan?




Dr. -Ing Tri Yuswidjajant, insinyur mekanik lulusan Jerman sekaligus juga guru besar di ITB (Institut Teknology Bandung) memberikan pencerahan perkara ini.

Kalau hanya untuk mengejar oktan maka sifatnya linear. Misalkan Premium harganya 6500 dengan oktan 88. Pertamax harga 11,400 oktan 92…PertamaxPlus mungkin harga 12 ribu oktan 95. Bisa dapat oktan 92 dengan cara mencampurkan Premium dengan Pertamaxplus. Dan kalau dihitung dengan komposisi tertentu harga bisa lebih murah dibanding Pertamax. Secara oktan betul….karena bersifar linear. Jadi dengan pencampuran 50:50 oktan 88 dengan 92 akan dapat 90. Harganyapun pasti linear toh...

Lalu, apakah ada perbedaannya antara Pertamax dengan Premium?

Premium adalah bahan bakar yang polos tanpa diapa-apain. Keluar dari kilang dalam bentuk nafta alias bukan Premium. Nafta ini macam-macam jenisnya yang nantinya diolah tergantung pesanan. Jika sang pemesan membeli Premium maka barulah produsen meracik nafta tersebut agar menjadi Premium. Ibarat makanan nafta diolah dengan chemical-chemical tertentu sesuai tujuan pengolahan. Tanpa micin, garam, bawang merah ataupun bumbu penyedap rasa lain (hahaha ) . Setelah jadi…ya udah, segitu saja. Tidak ditambahin apa-apa oleh mereka alias apa adanya.

Nah sedangkan benefit yang ditawarkan pada Pertamax atau Pertamax plus adanya zat aditif yang membantu meminimize terjadinya unwash gum atau kerak dalam mesin.

Lalu kesimpulannya?

Zat aditif menjadi tidak bekerja. Karena didalam Pertamax ada bahan adiktif pembersih yang tidak ditemui pada Premium. Aditif pada kondisi tertentu juga baru terasa. Contoh…kita minum teh dikasih madu setetes, terasa nggak perbedaan?. Pasti tidak. 
Artinya, untuk mengejar nilai oktan, sistem oplos bisa. Namun karena komposisi sudah berubah dari spek yang dihitung pabrikan maka zat aditif yang berfungsi membersihkan mesin tidak bekerja alias engine akan tetap kotor. Sistem oplos murni hanya memberikan sumbangsih nilai oktan saja.

Semoga Bermanfaat

Sumber
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tulisan Populer

KataKata

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib)

FEMURKU. Diberdayakan oleh Blogger.