Merangkum Narasi dari Konten Digital
Konten berasal dari bahasa Inggris yang memiliki banyak arti, content atau konten sering dikaitkan dengan media sosial. Artinya adalah sesuatu yang dapat diungkapkan melalui beberapa media, seperti gambar, tulisan, video, atau bentuk lainnya. Kata content artinya isi, daya muat, atau kandungan. Hati-hati tertukar dengan kata contain yang berarti memuat, mengandung, atau berisi. Menurut KBBI, konten termasuk kata benda yang berarti informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Menurut Cambridge Dictionary, salah satu pengertian konten adalah “artikel atau bagian yang terdapat di dalam majalah atau buku” (the articles or parts contained in a magazine or book). Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa konten adalah berbagai macam format dan informasi yang disajikan melalui media, berupa teks/tulisan, gambar, suara/ audio, atau video.
1. Jenis-Jenis Konten Digital
Jenis konten digital dibagi menjadi dua bagian, yaitu dari sisi format dan sisi konteks. Dari sisi format, jenis konten diuraikan sebagai berikut :
a. Teks/tulisan
Teks adalah jenis konten tradisional atau konvensional berbentuk tulisan, baik berupa berita (news), opini, fitur (feature), atau esai (essay), dan ulasan (review). Sajian media cetak (surat kabar dan majalah) mayoritas berbentuk teks dengan tambahan gambar atau foto. Konten teks tidak bisa disajikan di media penyiaran radio, tetapi dapat disajikan di media televisi dalam bentuk running teks atau infografis.
b. Gambar (image/picture/photo)
Gambar adalah konten berupa foto hasil bidikan kamera atau hasil desain grafis. Ada ungkapan satu gambar bernilai 1000 kata. Instagram terkenal dan menjadi sangat populer karena mewajibkan status update dalam bentuk foto atau video. Konten gambar lebih disukai pengguna media sosial daripada teks/tulisan. Pada media massa cetak atau online, gambar bisa menjadi tambahan sebagai ilustrasi atau penguat isi berita.
c. Suara podcast
Suara (audio) merupakan konten media penyiaran radio. Audio juga bisa menjadi konten website yang sekarang dikenal sebagai Podcast, singkatan dari Playable on Demand Broadcast. Bedanya dengan radio yang biasanya berbentuk siaran langsung dan live streaming. Podcast adalah audio atau suara yang disimpan atau dimuat di sebuah website berupa berkas yang dapat diunduh yang dapat didengarkan kapan dan di mana saja. Podcast biasanya merupakan rekaman suara ceramah, wawancara, obrolan, atau lainnya. Bisa juga berbentuk rekaman program radio, siaran televisi, pertunjukan, materi kuliah, atau lainnya.
d. Video
Video adalah konten internet paling populer saat ini. Video adalah rekaman gambar hidup yang awalnya ditayangkan media televisi. Sekarang, video bisa dipublikasikan melalui platform media sosial seperti YouTube atau Vimeo. Berkat kecanggihan teknologi, video pun bisa dipublikasikan di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.
2. Cara Membuat Konten Digital yang Menarik
Berikut ini beberapa cara membuat konten digital yang menarik.
a. Cara membuat konten tulisan
Konten yang cukup sederhana untuk dibuat yaitu tulisan. Kalian hanya perlu menuliskan sesuatu untuk dijadikan konten. Jika kalian masih kesulitan mengekspresikan sebuah ide untuk menjadi sebuah tulisan, kalian bisa mengambil ide referensi dari buku, video, atau sumber media lainnya. Ambillah referensi sebanyak mungkin agar ide menulis kalian semakin bervariasi. Kalian juga bisa melakukan teknik rewriting, yaitu menulis ulang sumber tulisan yang sudah kalian dapatkan sebelumnya.
b. Cara membuat konten gambar
Kalian bisa menggunakan berbagai macam media seperti langsung menggambar di kertas lalu memindainya untuk dipublikasikan di internet. Kalian juga bisa menggunakan perangkat lunak seperti photoshop atau coreldraw yang dapat membantumu menghasilkan gambar sesuai keinginanmu.
c. Cara membuat konten audio
Konten audio contohnya seperti percakapan, sound effect, ataupun musik yang bisa dibuat secara langsung menggunakan sebuah alat perekam. Sebagai contoh, kalian ingin membuat konten suara sound effect tembakan, maka dapat menggunakan sebuah petasan untuk memperoleh hasil suara yang mirip seperti tembakan.
d. Cara membuat konten video
Membuat konten video umumnya bisa lebih kompleks dari konten lainnya, karena pada konten jenis ini bisa berupa gabungan dari seluruh jenis konten yang ada. Konten video bisa memuat isi berupa gambar, suara, dan tulisan, sehingga umumnya akan memerlukan waktu yang lebih lama. Konten video yang tidak kompleks contohnya seperti video percakapan ringan yang membahas sebuah topik di TikTok atau Reels Instagram.
3. Etika Membuat Konten Digital
Berikut ini beberapa etika membuat konten digital.
a. Konten original
Jika kalian bisa membuat konten asli milik kalian, tentunya lebih baik. Namun ada kalanya kalian membutuhkan konten dari kreator lain. Umumnya penggunaan informasi yang didapat dari rujukan dari pembuat konten lainnya harus meminta izin kepada pemilik aslinya.
b. Menyampaikan informasi valid
Diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam membuat sebuah konten yang menyampaikan informasi penting kepada audiens. Konten yang dibuat tentu harus sesuai dengan data dan fakta yang terjadi pada saat itu.
c. Menjaga norma kesopanan
Menjaga norma kesopanan merupakan hal yang penting dalam pembuatan konten. Hindari pembuatan konten yang dapat menyinggung pihak lain atau memicu suatu konflik. Jangan sampai kalian terjerat pasal pidana.
d. Menyertakan nama pembuat konten
Menampilkan identitas kalian sebagai pembuat konten sangat dibutuhkan untuk menunjukkan pihak yang bertanggung jawab terhadap konten yang sudah dipublikasikan.
e. Menjaga privasi
Menjaga dan menghormati privasi orang lain sangat penting dalam pembuatan konten. Sebaiknya kalian tidak sembarangan atau melewati batas saat melibatkan orang lain dalam konten yang kalian buat. Hati-hati saat membuat konten agar tidak terjadi penyalahgunaan informasi oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab dan membuat nama baik tercemar.

0 komentar:
Posting Komentar