Berbagi informasi, tips, cerita, pengetahuan, harapan, ide, dan lainnya.

15 Mei 2023

Pola Asuh Membentuk Kepribadian Anak




Kepribadian anak terbentuk tidak begitu saja terjadi, namun sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut psikolog Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu nature dan nurture, sebagaimana femurku.com kutip dari artikel Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (3/8/18). Faktor nature berasal dari pemberian Tuhan, yang tentunya sulit untuk diubah, sedangkan nurture merupakan faktor yang dipengaruhi pola asuh.

''Perlakuan orang tua terhadap anak memberikan kontribusi yang besar sekali terhadap kompetensi sosial, emosi, dan kemampuan kecerdasan atau intelektual anak,'' jelas Dr. Rose.

Menurutnya, ada empat macam bentuk pola asuh yang
selama ini diterapkan oleh orang tua kepada anak, yaitu:

1. Uninvolved

Yang dimaksud dengan pola asuh ini adalah kurang terlibatnya orang tua dalam kehidupan si anak. Orangtua cenderung menjaga jarak dengan anak, sehingga hubungan mereka menjadi kurang hangat. Hal ini menyebabkan orang tua pasif terhadap pembentukan kepribadian anak. Meski begitu, orangtua tetap memperhatikan dan menyediakan kebutuhan dasar anak seperti makanan, pendidikan, rumah, dan lain-lain.

2. Indulgent

Pola asuh yang kedua ini dimaksudkan bahwa orang tua terlibat dalam kehidupan si anak, namun tidak mengarahkan ke arah yang jelas. Orangtua hanya berpartisipasi sebatas tahu perkembangan anak saja, selebihnya diserahkan sesuai kemauan si anak. Sehingga kepribadian anak tidak terkontrol dengan baik.

3. Authorative

Pola asuh selanjutnya adalah authorative, yaitu orangtua berpartisipasi membuat aturan, bahkan jika diperlukan bersikap tegas, namun orang tua tetap fleksibel dan memberikan dukungan, serta melatih anak untuk mengatur dirinya sendiri. Pola asuh seperti ini menghasilkan terbentuknya kepribadian anak yang mempunyai rasa tanggung jawab.

4. Authoritarian

Pola asuh yang terakhir adalah authoritarian, yaitu orangtua sangat mengontrol perilaku anak, namun tak menjaga kehangatan hubungan dengan anak. Orangtua membuat aturan-aturan tegas yang harus ditaati oleh anak, namun dalam menerapkannya orangtua cenderung kaku, sehingga anak merasa hanya ada perintah dan perintah saja.




Keempat pola asuh di atas sebenarnya dapat diterapkan oleh orangtua, namun penerapannya haruslah bergantian, sesuai dengan situasi dan kondisi si anak. Orangtua harus paham pada saat apa si anak harus dikontrol dengan aturan-aturan ketat, namun di kondisi lain orangtua juga harus paham kapan harus menempatkan diri sebagai sahabat bagi anak sehingga tercipta hubungan yang hangat.

Semoga bermanfaat!


Sumber:

Sumber gambar:
Pixabay.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Tulisan Populer

KataKata

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib)

FEMURKU. Diberdayakan oleh Blogger.